Sabtu, 19 November 2011

Takdir dengan Nasib

Takdir dengan Nasib
Kawanku yang budiman, kali ini saya ingin share tentang perbedaan antara takdir dan nasib. Hal ini saya bahas karena banyak orang yang salah mengartikan antara Takdir dengan Nasib. Kebanyakan orang yang saya temui, menggantungkan hidupnya dengan seAdanya, karena mereka berpikir apa yang dialaminya sekarang adalah takdirnya.
Sebelumnya, kita pahami dulu antara Takdir dan Nasib. Kata Pak Ustadz saya tentang takdir dengan nasib :
·         Takdir yaitu, ketentuan Tuhan yang tidak dapat dirubah.
·         Nasib yaitu, ketentuan Tuhan yang dapat dirubah.
Untuk point pertama sudah kita ketahui arti dasar tentang keduanya. Yaaa…kurang lebihnya begitulah…tapi intinya itu.
Takdir seperti pengertian dasar di atas adalah ketentuan Tuhan, atau kehendak Tuhan yang tidak dapat dirubah. Contohnya : seseorang terlahir dengan Jenis Kelamin Laki-Laki.
Ini merupakan salah satu Takdir Tuhan yang tidak dapat dirubah. Kalau kita pikir secara logika, ya…mana mungkin sepasang suami istri dapat menentukan anak yang akan di Create nya dengan jenis kelamin Laki-laki atau perempuan. Jelas tidak mungkin.
Kemudian Nasib.
Nasib merupakan ketentuan Tuhan yang dapat kita rubah. Tentunya dengan (seIdzin Tuhan). Namun kebanyakan orang salah mengartikan, mereka beranggapan bahwa Nasibnya adalah Takdirnya(kesimpulan : jika nasibnya jelek, maka Tuhan yang disalahkan karena sudah memberikannya nasib yang jelek). Salah satu contoh tentang Nasib yaitu : “Jika pada saat kita dilahirkan didunia ini dengan keluarga yang kurang mampu kondisi ekonominya, namun pada saat ini kita termasuk orang yang mampu/Kaya, maka itu adalah Nasib kita”.
Pertanyaanya…”Siapakah yang menentukan Nasib kita???”
Jawabannya adalah Kita sendiri. Dalam ayat Alqur’an sudah dijelaskan yang kurang lebih  artinya “Alloh tidak akan merubah Nasib suatu Kaum melainkan mereka merubahnya sendiri”.
Mengapa demikian???karena Tuhan telah membekali kita hidup diDunia ini dengan Kemampuan yang sangat Luar biasa yaitu Tubuh(SDM). Seperti Tangan kita, otak, kaki, jari-jari manis kita, perasaan dll. Itulah mengapa Tuhan menyerukan kepada hambanya bahwa Manusia dapat menentukan Nasibnya sendiri.
Dalam suatu kasus, diceritakan :
Pada suatu hari ada seorang pengemis dengan tubuh yang Alhamdulillah sehat, berAnggota tubuh yang lengkap. Namun kekuatan tubuhnya dia gunakan untuk meminta-minta. Pada waktu itu Pengemis itu sedang meminta kepada seorang mahasiswa yang sedang duduk-duduk di Warung kopi. Seraya berkata “Mas,,Minta sedekahnya….”..tanpa berpikir panjang si Mahasiswa tersebut langsung memberikan sedekahnya. Setelah sedekah diberikan kemudian mahasiswa ini bertanya kepada pengemis itu,,”Pak,,Mohon maaf sebelumnya…kenapa Bapak tidak mencari pekerjaan lain aja….Bukankah apa yang bapak lakukan ini adalah perbuatan yang kurang baik???”
Kemudian pengemis itu menjawab :”Yaa bagaimana Lagi mas,.,memang Takdirnya begini,,,mungkin saya memang diTakdirkan Tuhan menjadi pengemis(Tuhan yang disalahin karena uda ngasih takdir yang jelek)”. ……..
Dari kasus dia atas, Orang itu beranggapan bahwa kehidupannya saat ini adalah kehendak Tuhan semata. Tanpa ada Usaha, tanpa ada pengorbanan untuk menjadi lebih baik. Dan tidak memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan kepadanya berupa SDM yang sempurna ini.
Kawanku yang budiman, Mudah-mudahan kita termasuk Orang yang bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Sehingga kita mampu mengoptimalkan SDM yang kita miliki untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya…..

24 komentar:

  1. Dapat pencerahan disini. Memang sejatinya kita bisa merubah nasib. Sering nasib diubah menjadi takdir manakala orang tersebut malas untuk berubah. Moga kita tidak termasuk yang demikian...

    perdana disini, followed and happy blogging!

    BalasHapus
  2. Tapi sekarang takdir udah bisa dirubah hehehe contohnya dorce

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum,,, takdir ya??? belum dikatakan takdir bila belum mati,,,, main2 ketempat saya ya gan.. :D

    BalasHapus
  4. @Copas 4 Islam...Wa'alaikum salam....hahahahaha....bener juga gan.....OK gan..Langsung meluncur ke TKP http://copas4islam.blogspot.com/


    @abisaysdrunk,,,,Haaa...itu juga ane Bingung.....Hahahaha..mohon pencerahaanya....

    @iskaruji...amiieen...Tank's Gan atas Kunjungannya....

    BalasHapus
  5. nice info gan...
    memang percaya sama takdir dan nasib kan juga termaksud rukun iman.

    BalasHapus
  6. @Ardhi...Terima kasih atas kunjungannya Kawan....

    BalasHapus
  7. ya memang harus berani berbuat, berani mengubah nasib. karena mengubah nasib adalah bagian dari takdir yang tidak kita ketahui. seperti usaha yang udah dilakuin murid2 sya di kelas

    BalasHapus
  8. @jejakbersekolah....Terima kasih Pak Guru atas wejangannya...pada intinya,,jika nasib kita kurang baik.,,,maka yang harus disalahkan adalah "diri sediri...."

    BalasHapus
  9. ooo gitu ya. thanks infonya

    BalasHapus
  10. takdir jadi pria/wanita. nasib jadi orang gagal atau sukses.

    begitu ya pak?

    BalasHapus
  11. @dyo...Pada Intinya Begitu.....
    terima kasih sudah mw berkunjung....segera Kunjungan Balik....

    BalasHapus
  12. takdir dan nasib.
    memang takdir dan nasib ada perbdaan y mana bisa dirubah dan tak bisa dirubah ibarat (paten).

    tapi kalau takdir dengan musibah
    sperti orang kenak lapindo oh yowes wayah eh ancen cedek eh pabrik.
    apkh itu takdir aph musibah atau nasib.
    mhon penjelasannya gus roffiudin

    BalasHapus
  13. @syamsulsurabaya....
    Takdir kan sudah Jelas,,seperti pegertian di atas...
    Klo Musibah menurut saya adalah Akibat,,,dan akibat itu ad 2 penyebab..
    karena dirinya sendiri. or karena Orang Lain.
    Jika musibah karena dirinya sendiri,, Maka Itu namanya Nasib..."Pertanyaannya kan,,,Kenapa Sampai kena Musibah.or, kenapa sampai kena Akibat,,klo tanpa ada sebab...perlunya sadar diri disini???"...

    BalasHapus
  14. Lanjutan.....kemudian Musibah karena Orang Lain...
    Hal ini juga sebenernya Ga jauh Beda dengan jawaban sebelumnya...
    pertanyaannya adalah,,"Sejauh mana kita sadar diri akan kesalahan2 yang telah kita perbuat".namun Konteksnya adalah Berjamaah. dimana dalam suatu kelompok Masyarakat Harus saling bertanggung jawab akan apa yang telah Masyarakat Lakukan...Jadii...Dampaknya adalah secara keseluruhan....
    Klo kita pahami lagi,,,ini akan kembali pada diri kita sendiri...seperti itu.....

    BalasHapus
  15. terima kasih pencerahannya, terus berbagi kawan !

    BalasHapus
  16. @zen-Zen...Terima kasih Kawan atas Dukungannya....

    BalasHapus
  17. beberapa kerancuan memang berasal dari pengertian
    menurutku, nasib bukan ketentuan Tuhan, melainkan sebuah proses sebab akibat pilihan menusia terhadap suatu Takdir,dalam islam disebut Sunatullah (hukum Tuhan)
    jadi nasib bisa juga diartikan suatu yang terjadi dalam kehidupan manusia sebagai akibat perbuatan sebelumnya
    contohnya, manusia tidak akan bisa sukses jika sunatullah kesusuksesan sendiri belum dilaksanakannya seperti belajar, mencoba hal-hal baru, dan hukum-hukum menuju kesuksesan yang lain
    salam kawan dari BLOG IN HAND!!!

    BalasHapus
  18. @rendradarmawan....Terima kasih kawan atas pencerahannya...Masukkan yang Sungguh Luar Biasa.... I Like This..

    Salam kenal juga kawan...segere mluncur keBlog kawan....

    BalasHapus
  19. Syukron Saudaraku..
    Barusan Saya Bertemu Dengan Seseorang yang Menyamakan Antara Takdir Dengan Nasib..
    Dia Bilang Takdir Dan Nasib Pada Dasarnya Adalah Sama, Dan Sama2 Dapat Dirubah..
    Saya Sich Nggak Sependapat Dengannya Dan Saya Katakan Bahwa Takdir Dari ALLAH, Dan Nasib Kita Sendiri yang Menentukan..
    Namun Dia Tetep Ngeyel..
    Yaudah, Saya Katakan Aja Lakum Dhinnukum Walliayadin..
    Karena Saya Teringat Bahwa Perdebatan Itu Lebih Banyak Mengandung Mudharat Ketimbang Manfaat..
    Dan Terkadang Kebenaran Itu Tidak Perlu Disampaikan Dengan Cara Berdebat, Adakalanya Dengan Diam..

    Kira2 Gimana ya Langkah Saya Itu..?
    Mohon Pencerahannya Saudaraku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang alangkah baiknya diam saja saudaraku. kalau kita berdebat dengan orang yang bodoh(dikasih masukkan menolak). itu berarti kita sama saja (mohon maaf) bodohnya dengan orang tersbut.salam persaudaraan. #bismillah

      Hapus
    2. Assalamualaikum... Bagai mana bila terjadi sprti ini : Si A dan Si B bergerak dlm bidang usaha yg sama,Modal,keahlian,pengalaman,keuletan,kejujuran,sedekahnya,kesolehannya,Semuanya sama,Tp knpa yg condong lbh MAJU dan BERKEMBANG adalah si A ?? Apakah ini disebut Takdir atau Nasib ?? Mhn penjelasan Ώyå ,Terima kasih.

      Hapus
    3. Emang Mbaknya tahu ukuran kesamaan dalam pelaksanaanya darimana?hehehehe..
      jadi sebenarnya gini.
      runtutannya dalam kehidupan ini adalah Berusaha -> Berdo'a -> berikhtiar.
      haa...kesalahan saya pribadi, biasanya kan berusahanya belum mentok, berdo'anya belum mentok, sudah nganggap hal tersebut adalah sudah takdirnya. padahal mungkin nih, mungkin selangkah usaha, selangkah doa lagi sudah membuat apa yang kita hapakan berubah. tapikan siapa tahu. lah..yg saya bahas disini adalah orang yang menganggap demikian.
      toh kalau memang benar adanya apa yang mbaknya sampaikan tersebut, ya Wallohu a'laam...Alloh mencintai hambanya dalam keadaan khusus. jadi dikembalikan saja semuanya kepada Sang Kholik. :D :D :D

      Hapus
    4. @Mohammad Rafiudin_Makasih mas atas penjelasannya,mudah2an pencerahan dari mas Ώyå ini bermanfaat buat sy,amiiiin...,dan semoga اَللّه membalas amal baik mas,amiiin... 1 lagi mas hehehe Sy cowo mas bkn Mba .....

      Hapus
    5. uuppss...hehehe..sorry...nama depan endang soalnya...ya tk kira mbak endang..gitu...hehehehehe...salam kenal..

      Hapus

Komentar Anda mengenai Postingan ini sangat Saya butuhkan Untuk menjadi bahan evaluasi agar menjadi lebih baik.
Follow blog saya, maka saya akan siap follow blog Anda.
Mudah-Mudahan Artikel di Atas Bermanfaat bagi kita semua.
Berkata-Katalah Yang baik, agar Hidup Anda menjadi lebih baik.

Please follow me...!!!!