Minggu, 26 Januari 2014

Tips Aman Transaksi Belanja Online


Tips aman ketika anda ingin belanja online. Karena kebanyakan dalam proses transaksi belanja melalui media online (Non-COD “Cash On Delivery”) pembayaran harus ditransfer terlebih dahulu baru kemudian barang akan dikirim. Untuk menghindari penipuan berkedok penjual yang biasanya setelah pembayaran ditransfer maka barang yang kita beli tidak kunjung datang, hal ini sangat meresahkan kita bahkan membuat kita jerah dalam belanja melalui media internet. Padahal selain banyak penipuan, juga banyak orang yang memang benar-benar berniat menjual produknya untuk mengais rejeki yang halal sekaligus mempermudah kita dalam membeli barang tersebut tanpa harus datang ke toko.
Untuk menghindari penipuan semacam itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika anda bertransaksi-belanja lewat media online :
Yang pertama : à “Perhatikan nama domainnya”.
Orang yang benar-benar niat usaha atau berdagang dalam jangka panjang biasanya menggunakan domain berbayar (.Com, .Web.id, .Net, .Co.id dan seterusnya). Meskipun tidak semua website yang masih free adalah penipu. Namun yang lebih kuat adalah dengan menggunakan domain sendiri. Karena dalam proses register domain tersedia data lengkap pemilik domain tersebut. Sehingga misalkan terjadi penipuan dapat dilaporkan ke pihak yang berwajib. Apalagi menggunakan .co.id dapat dipastikan bahwa sipenjual memang benar-benar berdagang. Karena proses beli domain dengan (.co.id) menggunakan KTP untuk registernya.
Yang kedua :à “Perhatikan Data Lengkap-Alamat Penjual”.
Pastikan alamat yang dicantumkan penjual di website adalah alamat yang valid, bukan alamat palsu. Hal ini dapat anda buktikan dengan seacrh di google map. Atau dengan cara kontak si penjual untuk menanyakan alamatnya, dan anda akan datang langsung ditempatnya meskipun hal itu tidak mungkin anda lakukan. Jika dengan cara itu si penjual memberikan alamat lengkapnya dan rumahnya siap kita datangi, dapat dipastikan bahwa memang alamtnya valid. Dalam artian jika terjadi penipuan dapat dipertanggung jawabkan.
Yang ketiga : à “Perhatikan akun sosial media-nya”
Biasanya untuk menunjang kepercayaan konsumen sipenjual memasang akun sosial Facebook atau twitternya. Perhatikan track record mulai dari update statusnya, tweetnya apakah orang tersebut dapat dipercaya.
Yang keempat : à “Perhatikan Traffic websitenya”
Anda dapat melihat traffic websitenya melalui alexa.com. Jika website tersebut memiliki traffic yang cukup tinggi, minimal dibawah 1.000.000 maka website tersebut dapat dipercaya. Karena dengan traffic tersebut minimal pengunjung perhari lebih dari 500-1000 pengunjung. Dalam artian, orang yang mampu mendatangkan pengunjung sebanyak itu cukup membutuhkan waktu yang lama bahkan dapat berbulan-bulan. Logika berpikirnya, sangat tidak mungkin ketika dengan bersusah payah meningkatkan traffic websitenya kemudian sipenjual melakukan penipuan. Karena secara materi tingginya traffic website dengan dia menipu kalau diukur dengan uang, maka dia rugi.
Yang kelima :à “Hati-Hati dengan harga yang tidak wajar”
Berhati-hatilah ketika ada sebuah website yang menawarkan harga yang JAUH lebih MURAH (Barang baru). Untuk meninjau lebih lanjut anda dapat mencari informasinya di website resmi produk tersebut. Jika harga yang ditawarkan Jauh lebih murah maka ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama itu adalah penipuan. Yang kedua barang bukan orginal.
Mungkin itu sekilas analisa penulis ketika akan bebelanja melalui media online. Mudah-mudahan bermanfaat.....


Kamis, 23 Januari 2014

Jawaban Alhabib Umar Bin Hafidz tentang Kelompok Bid’ah


Dalam sebuah Diskusi para Ulama Ahlussunnah wal jamaah yang dihadiri oleh Alhabib Umar bin Hafidz dari Hadramout Yaman. Ada salah seorang yang bertanya kepada Alhabib Umar bin Hafidz.
“Bagaimana semestinya kita mensikapi suatu kelompok (yang senang membid'ahkan) ? Apakah Kita perlu berdebat dengan mereka sementara mereka salah dalam masalah Furu’ dan Ushul? Seperti seringkali mereka mengatakan  ini bid’ah, sesat, ahli Neraka. Bagaimana kita bisa membiarkan mereka sementara banyak orang mulai tertarik”
Beliau Alhabib Umar bin Hafidz Menjawab :
Bahwa mereka merupakan aliran-aliran sesat yang keluar dari jalan yang benar. Tugas kita kepada mereka adalah memberikan penjelasan yang baik. Memperjelas dan mengukuhkan argumen dan dalil bagi ummat serta mensosialisasikannya kepada Masyarakat. Dipesantren-pesantren, sekolah-sekolah, masjid-masjid begitu juga saat pengajaran dan ceramah yang bersifat umum TANPA perlu MENYEBUT nama-nama mereka, pengikut, organisasi dan massa mereka. Karena mereka tidak pantas untuk menguras energi kita, sehingga harus disebut-sebut di mimbar-mimbar ataupun di masjid-masjid kita.
Kesibukan kita merespon hal itu merupakan hal yang diinginkan para musuh Alloh SWT yang mereka mulai semenjak mereka ciptakan isue tersebut untuk mengganggu konsentrasi kita. Karena mereka datang tidak sendirian. Dibelakang mereka ada lembaga-lembaga edukasi yang disupport dana dan berbagai program terencana yang bersumber dari musuh besar Ummat Islam.
Mereka muncul karena Ummat Islam di Asia Tenggara mayoritas dari kalangan Syafi’iyyah dan Asy’ariyyah. Jika mereka secara konsisten menjalankan ajarannya maka akan tegak kokoh ajaran Islam tanpa ada Problem. Yang tentunya hal ini tidak mereka sukai. Kemudian mereka menyusupkan kaki tangan mereka dari kalangan ummat Islam yang mensyirikkan Ummat Islam, membid’ahkan dan menganggap mereka sesat.
Tugas kita menunaikan kewajiban dengan memberikan penjelasan-penjelasan dan memaparkan dalil bagi diri kita, keluarga kita, kalangan pesantren dan masjid kita dan siapapun yang mau mendengarkan. Tanpa perlu menyebut nama-nama mereka dan massanya serta tidak perlu membuka peluang perdebatan yang tidak produktif.
Kalaupun kita harus berdebat maka kita akan mendebat mereka dengan cara yang terbaik. Tidak perlu sampai panik, terjadi keributan hingga beradu fisik. Cukup dengan memberikan penjelasan dengan santun, dialogpun dengan santun. Umumnya hal ini(Kesantunan) tidak kita temukan pada mereka.
Karena mereka terbiasa terdidik untuk tidak bersopan santun. Karena itu jika ada orang yang tidak pandai berdebat dengan baik jangan engkau layani. Sampai ada yang mengerti debat dengan cara yang baik baru kita layani dengan yang lebih baik. Kalau tidak demikian maka kita hindari saja perdebatan tersebut. Namun jika ada diantara mereka yang berbicara disatu forum dan kita ada disana maka kita wajib meresponnya dengan memberikan penjelasan kepada audiens selagi di majelis memang ada yang mau mendengarkan dan mengambil manfaat, maka kita harus menjelaskan kepadanya permasalah yang sebenarnya.
Kita tentunya dengan santun dan mereka dengan ketidak santunannya. Biarkan mereka berbicara dengan tidak santun, tapi kita harus tetap berbicara santun.
Nabi Isa bin Maryam saat merespon orang bodoh yang mencacinya beliau mendoakan kebaikan untuknya. Sibodoh mencaci lagi, beliau membalasnya dengan doa kebaikan. Kemudian dicaci lagi untuk ketigakalinya, tetap saja beliau mendoakannya. Berkata salah satu seorang pengikutnya.
“Wahai ruhullah, wahai nabi Isa. Orang ini tidak memujimu atau memberi kebaikkan  untukmu. Ia mencacimu, lalu engkau mendoakannya?”
Jawab beliau, “Setiap Orang memberi apa ya ng dia miliki. Dia hanya memiliki itu cacian, dan Saya memiliki ini doa”
Ahlussunnah memiliki adab sopan santun sementara mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal sopan santun. Pada akhirnya nanti Alloh akan munculkan pula orang-orang bodoh yang akan menandingi mereka. Level para ulama tinggi tidak layak berhadapan dengan mereka. Sementara mereka yang tidak santun nantinya akan dijegal pula dengan orang-orang yang sama tidak santunnya yang akan menghadapi dan memberikan pelajaran pada mereka.
Berkata Imam Ja’far Shodiq : “Tersesat orang yang tidak mempunyai seorang Guru yang membimbingkannya dan terhina orang yang tidak memiliki orang lancang yang membelanya. Kalau ada orang bodoh datang mendebat, biarkan dihadapi pula oleh orang yang lancang dari kelompok yang benar”
Orang-orang bodoh dari kelompok sesat tidak pantas dihadapi oleh ulama dan cendikiawan dan kelompok yang benar.  Orang bodoh dari aliran yang sesat biar dihadapi oleh pendukung ajarang yang benar yang sama lancangnya. Mereka sepadan. Alloh akan lindungi kita dari keburukan dan marabahaya yang mereka rencanakan. Kita harus tetap konsisten memberikan penjelasan dan memantapkan dalil dan membina dengan baik putra-putri kita tanpa perlu membuka peluang untuk debat kusir hingga akhirnya kita terjebak dengan kesibukan yang diciptakan musuh-musuh kita.
Kita tunaikan kewajiban kita dalam urusan ini dan menjelaskan jalan yang benar. Jika ada satu isu diangkat didepan kita, alangkah baiknya kita respon dengan cara yang terbaik. Jangan sampai kita lupa dengan tugas kita. Yaitu membina hubungan masyarakat yang harmonis dengan Alloh. Jangan sampai kesibukan ini membuat kita sholat tidak khusyuk.
Mengabaikan perbuatan bakti kepada orang tua ataupun kurang silaturrahim. Ini tidak boleh terjadi, jangan biarkan hal ini menyita perhatian masyarakat hingga melupakan tugas utama yang Alloh bebankan pada mereka.

Kawanku yang budiman, Sebenarnya tidak ada orang yang Tidak baik. Mereka hanya belum tahu tentang Kebenaran. Oleh Karena itu sampaikanlah kepada saudara-saudara kita dengan cara yang TERBAIK. So mari kita sayangi sesama, ciptakan perdamaian dengan berjabat tangan dan peluk erat. Berjalan bersama untuk mendapatkan Ridho Alloh SWT. Semoga Bermanfaat.....

Minggu, 19 Januari 2014

Sikap Syekh Muhammad Ibn Abdul Wahhab Tentang Takfir


Syekh Muhammad Ibn Abdul Wahhab Rahimahulloh memiliki sikap mulia dalam persoalan hukum takfir (Melempar Tuduhan Kafir). Sebuah sikap yang SANGAT dipandang Aneh oleh mereka yang meng-KLAIM sebagai pendukungnya. Mereka MEMVONIS KAFIR secara terang-terangan dan tergesa-gesa terhadap siapapun yang berbeda jalan dan menolak pemikiran mereka. Padahal Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab sendiri MENOLAK semua Pandangan dan Pengakuan tak BERDASAR itu yang dinisbatkan kepadanya.
Dalam sebuah risalah Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab menyampaikan kepada penduduk al-Qashim tentang pembahasan AKIDAH yang SALAH, yang MengatasNamakan Beliau. Beliau menyampaikan melalui tulisan.
“Telah jelas bagi kalian bahwa, telah sampai kepadaku berita bahwa risalah yang disampaikan Sulaiman ibn Suhaim kepada kalian dan sebagian ulama di daerah kalian  menerima dan membenarkan  isi risalah tersebut. Ketahuilah, Alloh mengetahui bahwa Sulaiman ibn Suhaim me-NGADA-ada atas nama saya dengan ucapan-ucapan yang TIDAK PERNAH aku katakan dan kebanyakan terlintas sama sekali dibenakku”.
Diantaranya yang SULAIMAN IBN SUHAIM KATAKAN adalah :
1.      Bahwa Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab Tidak Mengakui semua kitab Madzhab Empat :
-          Madzhab Syafii
-          Madzhab Hanafi
-          Madzhab Hambali
-          Madzhab Maliki
2.      Bahwa Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab berkata bahwa manusia sejak 600 tahun silam tidak menganut agama dengan benar. Dan meng-Klaim diri mampu berijtihad (Membuat hukum sendiri) dan lepas dari taqlid (Melakukan sesuatu atas dasar Logikanya sendiri).
3.      Bahwa Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab Mengkafirkan orang yang melakukan Tawassul dengan orang-orang sholeh. Dan mengkafirkan Imam al-Bushiri karena ucapannya kepada Nabi Muhammad “Wahai Mahkluk Paling mulia”
4.      Bahwa Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab Melarang ziarah Kubur ke Makam Rosululloh shollalohu alaihiwasallam, ziarah ke makam kedua orang tua, dan waliyulloh lainnya.
5.      Bahwa Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab mengkafirkan Ibnu faridl dan Ibnu Araby, dan membakar kitab Dalailul Khairot dan Raudul Rayahin dan kemudian diganti dengan Raudlul Syayaatiin.
Maka JAWABAN Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab atas semua Tuduhan tersebut :

 سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ
“Maha Suci Engkau (ya Tuhan Kami), ini adalah Dusta Yang Besar
(QS. An Nuur:16)
Itulah pemahaman yang perlu kita garis bawahi bahwa pada Zaman saat ini banyak orang yang mengatakan tentang Ziarah Kubur bid’ah-Haram, Tawassul Bid’ah-Haram, baca maulid bid’ah-Haram, bahkan baca sholawat kepada Rosululloh yang Alloh dan Malaikatnya saja membacakan sholawat untuk Nabi, mereka juga membid’ahkan-Haramkan. Sedangkan mereka mengaku adalah PENJUNJUNG-PENDUKUNG Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab.
Dan yang lebih menyayangkan lagi, ketika ada perdebatan-perdebatan masalah ini, dan mereka kalah. Mereka tidak mau mengakaui kebenarannya. Tetap keras kepala dengan mencari seribu bahkan sejuta alasan untuk mem-BENARKAN ke-SALAHpahaman meraka sendiri.
Kawanku yang budiman, dalam tulisan ini tidak ada maksud untuk menyudutkan suatu kaum. Namun lebih ke arah mengajak untuk saling menyangi satu sama lain. Tidak mengkafirkan sesama muslim, tidak membenci satu sama lain. Dan Supaya terjalin tali persaudaran yang baik sesama ummat Manusia tidak hanya agama. Sehingga tercipta Negara yang damai dan indah penuh dengan kasih sayang kepada sesama. #Bismillah
Semoga Alloh tetap menjaga kita dari golongan orang-orang yang tersesat. Aaamiin aaamiin.. Semoga Bermanfaat.....salam ukhuwah Islamiyyah.

Kutipan dari : Pemahaman yang Harus Diluruskan (Terjemahan dari : Mafahim Yajibu An Tushohhah oleh Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani.

Kamis, 16 Januari 2014

TIK Pesantren 2014 Ponpes Asy-Syifaa wal mahmudiyyah Sumedang

TIK Pesantren 2014 – Ponpes Asy-Syifaa Sumedang
Setelah beberapa kegiatan TIK Pesantren dilaksanakan di Jawa Timur, kali ini Pelatihan TIK Pesantren merambah ke daerah Jawa Barat, tepatnya di Pondok Pesantren Asy-Syifaa wal Mahmudiyyah Sumedang yang diasuh oleh KH.Muhyiddin abdul qodir Al Manafi. Pelatihan TIK Pesantren ini dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 11-12 Januari 2014 dengan mengusung tema “Pemanfaatan Internet Sebagai Media Dakwah Islamiyyah Ahlussunnah Wal Jamaah”. Peserta dalam pelatihan ini dihadiri oleh tim asatidz dan pengurus pondok pesantren hampir seluruh wilayah Jawa Barat.

IMG_1737
Dalam kegiatan ini ada 2 konsep acara yang dilaksanakan yaitu Seminar dan Workshop. Hari pertama Seminar dengan garis besar materi yang di sampaikan adalah “Pemanfaatan Media Internet sebagai sarana yang tepat untuk berdakwah” yang diisi oleh beberapa narasumber, diantaranya dari Staf ahli menteri KOMINFO, Relawan TIK Jawa Barat, dan dari TIK Cerdas.IMG_2013
Hari kedua pelatihan TIK Pesantren yaitu full workshop. Dalam hal ini peserta dibagi menjadi 2 kelas media dan streaming. Pada kelas Media materi yang disampaikan yaitu Pembuatan serta Optimasi Website-blog sebagai media dakwah maupun media bisnis bagi Pesantren. Tidak hanya itu, peserta juga dilatih untuk membuat Tulisan (Konten) dengan teknik Jurnalistik. Di kelas streaming, peserta dilatih dalam pembuatan Video Live Streaming dan Radio Streaming.TIK Pesantren 2014
Dari 2 materi workshop tersebut diharapakan peserta dapat berdakwah melalu website dengan mengisi konten-konten Islamiyyah berbasis ahlussunnah Wal Jamaah di dunia Internet. Sehingga mampu menggeser konten-konten yang tidak baik yang dapat merusak Aqidah akhlak Masyarakat Umum terutama bagi kaum Muslim sendiri.IMG_1827
Tidak hanya Pelatihan TIK Pesantren, dalam kegiatan kali ini sekaligus pengukuhan kepada beberapa dari Asatidz maupun pengurus pondok pesantren sebagai relawan TIK cabang Sumedang.IMG_0580IMG_0585
Tepat pada hari sabtu tanggal 11 Januari 2014 saat pembukaan TIK Pesantren, 5 orang tim dari pesantren disahkan menjadi relawan TIK Indonesia cabang Sumedang. Pengukuhan ini di hadiri langsung oleh Staf Ahli dari Kementrian KOMINFO, Ketua Relawan TIK Indonesia serta Ketua Relawan TIK Jawa Barat. Dalam hal ini diharapkan dari tim Pondok Pesantren, siap menjadi relawan dalam sosialisasi Internet sebagai media yang sangat bagus untuk menebar kebaikan, cinta dan kasih serta Perdamaian antar Ummat Beragama khusus Pondok Pesantren Wilayah Jawa Barat.
sumber : tik cerdas

Please follow me...!!!!