Selasa, 18 Desember 2012

Kisah Seorang Ibu Membeli Sapi Berhadiah Tali


Kisah Nyata
Seorang Ibu yang usianya sudah tidak muda lagi hidup di sebuah rumah bersama Putra Tunggalnya. Beliau menjalani kehidupan dengan penuh sukacita. Meskipun kehidupan tidak tampak mewah, namun kebahagian tidak pernah lepas darinya. Keikhlasan menjalani hidup tampak berseri dalam rautan wajah ibu tersebut. Tidak ada keluhan, kekecewaan maupun kesedihan atas apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Rasa syukur selalu terlintas pada ucapan dan perbuatan atas segalanya yang Tuhan Berikan.
Sebidang lahan sawah merupakan penghasilan utamanya. Itupun beliau berikan kesempatan kepada tetangga untuk mengolah lahannya dan hasilnya akan dibagi dengan beliau. Setiap hari rutinitas yang dijalankan yaitu berKhidmat. Mengajarkan sesuatu yang bermanfaat kepada calon-calon penerus bangsa pada lingkungan sekitar.
Karena hampir kurang lebih 25 Tahun dengan sekelumit ilmu membaca Ayat suci Al-Qur’an beliau ajarkan kepada anak-anak yang hidup disekitar rumahnya. Tanpa ada harapan imbalan, maupun tanpa ada yang membayar, Beliau tetap semangat menjadi seseorang yang ingin mendapatkan Ridho Alloh SWT. Ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi sesama dengan kemampuan yang beliau miliki. Karena Bagi beliau, seorang anak yang mau belajar sudah cukup luar biasa. Selain itu, hal tersebut membuat senyuman bahagia yang selalu menemani beliau dalam kesehariannya.
Teringat dengan kata mutiara dari seorang Guru,
“Nek Tuku Sapi, Pasti Katutan Tali,,Nek tuku Tali, Ga bakalan katutan Sapi”. (Jika beli Sapi pasti mendapatkan Tali Pengikatnya, Namun jika beli Tali Pengikatnya ndak Mungkin dapat Sapinya).

“Nandur Pari, Pasti cukul suket,,,tapi Nandur Suket Ga Bakalan Cukul Pari”. (Menanam Padi, Pasti rumput juga akan ikut tumbuh, namun kalau menanam Rumput, Ga bakalan tumbuh Padi)
Dalam artian,
“Jika mendahulukan Urusan Akhirat, Insya Alloh Dunia akan mengikuti….Jika Mendahulukan urusan Duniawi, maka Akhirat akan tertinggal”.
Begitulah sepertinya yang beliau pegang dalam kehidupannya. Beliau menjadikannya komando untuk berjalan menuju keRidhoan Alloh SWT.
Bukan omong kosong dan bukan berharap yang demikian, tapi Tuhan telah Membuktikan seperti apa yang telah disampaikan oleh Bapak Guru. Kehidupan Beliau tercukupi, bahkan sering saya sebagai penulis menyaksikan bahwa ketika sesuatu kebutuhan Pangan yang beliau tidak punya dan Butuh, maka tidak lama kemudian ada yang memberi. Subhanalloh…sesuatu rizki yang tidak disangka-sangka datang sendiri dan dari jalan yang bahkan tidak dapat dilogikakan dengan akal pikiran. Hingga sampai saat ini, yang namanya kebutuhan pangan(Sembako) seperti minyak goreng, gula, beras dan lain-lain tidak PERNAH membeli Alhamdulillah tercukupi. Dan masih banyak lagi kisah tentang Gaji Akhirat beliau yang tidak dapat saya tulis semuanya disini. Saya sebagai penulis banyak tahu tentang beliau karena “Beliau adalah IbuKu”.
Kawanku yang budiman, tidak ada maksud tertentu dalam hal ini. Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil pelajaran bahwa, “Mari bergerak dan berkontribusi dalam mencari Ridho Alloh dalam berbagai kegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing”. Mendahulukan urusan akhirat dengan mendakwakan Agama. Insya Alloh segala kebutuhan kita akan tercukupi….
Mudah-mudahan bermanfaat….!!!!

Jumat, 09 November 2012

Miskin Harta Kaya Hati


Kisah Orang Kurang Mampu yang Besar Hati
Hal luar biasa ini saya temui pada sore hari. Waktu itu setelah sholat Asar terdengar suara orang yang kebetulan tidak jauh dari Masjid…”HHhhaaaayyyooooo….HhhUuwaaaayyoooooooh….” dan didukung dengan peralatannya yang terdiri dari kaleng berisikan batu kecil…”Krompyang krompyaaang krompyang….” sehingga membuat saya tertarik untuk mendatanginya dan menuntun langkah kaki untuk menyaksikan apa yang terjadi.
Sesampai ditempat dimana sumber suara keluar, ternyata ada orang sedang menggurak..(????hhhmmm apa Menggurak itu…)yawes itulah…Pokonya ketika ada burung yang mw hinggap di Sawahnya, maka ditakut-takutilah dengan suaranya dan seperangkat alat perangnya…hehehehe…..sehingga burung ndak berani hinggap. Katanya sih, supaya Padinya ndak habis dimakan burung. Kan kebetulan juga hampir mw Panen tinggal menunggu beberapa minggu saja. Jadi dalam kondisi ini Burung merupakan salah satu hama tanaman padi, menurut beberapa Petani.
Tak jauh dari orang tersebut, ada sesorang yang tidak terlalu Tua juga, sedang mencabuti rumput dari sawahnya supaya hasil padinya maksimal. Namun orang tersebut tidak melakukan hal yang sama seperti sebelahnya yang menakut-nakuti burung supaya tidak hinggap di sawahnya. Orang ini malah membiarkan beberapa burung hinggap dan memakan Padinya.
Terdiam dan spontan penasaran saya jadilah pertanyaan besar, “Terus, apa nanti padinya ndak habis kalau lama-lama dimakan burung.+tidak sedikit juga burung yang dibiarkan makan padi yang tumbuh di sawahnya.”.
Akhirnya terlontarlah pertanyaan tersebut lewat mulut yang memang bener-bener ndak bisa diRem. Tanya saya kepada Bapak tesebut.
“Pak..Pak…Ko anda tidak menggurak (hehehe..menggurak lagi…) burung yang memakan padi Anda???”
Jawabnya dengan nada santai….
“Hallah Mas…Biarkan saja…burung juga mahkluk Tuhan, butuh makan, mereka punya keluarga,,.Punya anak yang harus dia hidupi...toh juga mereka(burung maksudnya) ndak bawa Karung…Paleng habis berapa se…Rejeki sudah ada yang ngatur mas…”
Tidak cukup itu,,, bapak ini menambahkan lagi dengan pitutur-pituturnya….
“Misalkan anda bekerja, kemudian diUbrak-Ubrak (ditakut-takuti) apa yaa ndak Nelongso..(bahasa kerennya berwajah Melas) kasihan kan….!!!”.
????????????terdiam sambil mikir…..(Apa Saya harus Bilang Wauuwwwwh gitu..?????sepertinya harus..!!!!!!)
WaaauuWwhh….Suatu Kebesaran Hati yang Luar Biasa bapak tersebut sampai sejauh itu memikirkan kehidupan mahkluk lainnya. Tidak ada penghasilan lain selain padi tersebut, tapi bapak ini masih rela berbagi dengan mahkluk lainnya….
Bagaimana dengan kita, yang mempunyai lading dimanapun itu yang menhasilkan. Sudahkah kita berbagi dengan yang lain. Yang membutuhkan uluran tangan dari harta yang harus kita sampaikan kepada mereka.
Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi diri saya pribadi…..mudah-mudahan bermanfaat….!!!!!

Selasa, 23 Oktober 2012

Anak SMA, Anak SMU


Dukung Gerakan Blacklist Konten Porno
Dengan kata Kunci “Anak SMA” dan “Anak SMU”

Miris sekali ketika kita search di google dengan kata kunci “Anak SMA” maka yang keluar bukanlah konten-konten yang baik tentang anak SMA, melainkan konten porno dengan berbagai macam kata kunci yang terindex google. Dapat dibayangkan jika para remaja atau generasi penerus bangsa yang ingin mencari digoogle dengan maksud “Pelajaran Anak SMA” atau tentang “Pendidikan Anak SMA”, maka yang keluar adalah konten porno???Hal ini jelas suatu Agenda Besar yang harus kita tanggapi bersama.

Maka Postingan ini bermaksud membuat gerakan untuk menggeserkan konten-konten Porno dengan kata kunci “anak SMA”. Bagi para blogger atau siapapun yang mempunyai konten atau artikel tentang “Anak SMA”/ "Anak SMU" dalam hal yang baik, dapat diShare alamat blognya.

Disini http://sepatupantofel.net berusaha menfasilitasi dengan teknik-teknik khusus supaya dapat terindex digoogle pada halaman dan baris pertama. Harapannya ketika ada yang mencari konten-konten baik dengan kata kunci “anak SMA” yang muncul adalah konten-konten baik/positif sesuai dengan diharapkan.


Silahkan masukkan nama dan alamat blog/website anda ke Kotak Komentar. Jika Blog Anda berisi Konten Pendidikan Maka akan segera Saya Masukkan kedalam Daftar List Blog/website diDibawah ini. Atau anda Bisa membut postingan sendiri dengan kata kunci “Anak SMA” atau “Anak SMU”. Semoga Langkah Kecil ini dapat Menggeser konten-konten yang tidak harapkan….amien…!!!!
A
……………………..
B
C
………………………
D
………………………
E
………………………
F
………………………
G
………………………
H
………………………
I
………………………
J
………………………
K
………………………
L
………………………
M
………………………
N
………………………
O
………………………
P
………………………
Q
………………………
R
………………………
S
T
………………………
U
………………………
V
………………………
W
………………………
X
………………………
Y
………………………
Z
………………………

Selasa, 16 Oktober 2012

Islam itu Damai


Belajar dari Air
Saya awali tulisan ini dengan membaca Bismillahirrohmaanirohim….Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Besar Kita Muhammad SAW…Mudah-mudahan kita semua yang hadir disini termasuk orang-orang yang dicintai Alloh dan Mencintai Alloh, termasuk orang-orang yang mencintai Rosul dan dicintai Rosul. Dan semoga kita termasuk orang yang mendapatkan berkah dunia akhirat, barokah umur kita, keluarga, rejeki kita…amien amien ya robbal’alamin…
Teringat ketika dulu mendapatkan nasehat dari seorang Kyai,,”Ambillah ilmu dari air”, Air itu dapat kita ambil ilmu ketenangan. Air itu membuat tenang sekitar,,air itu membuat sejuk sekitar. Jadilah kita seoarang Muslim, Mukmin, Mukminat dan muslimat yang mampu membuat sejuk ataupun tenang sekitarnya. Janganlah seperti orang-orang yang mengaku Islam tapi masih senang dengan kekerasan, senang dengan tukarpadu, senang dengan kesengsaraan orang lain. Tunjukkanlah bahwa Islam itu damai. Saling menyayangi terhadap semua ummat beragama.
Dikisahkan, ada seorang Laki-laki mengaku Islam yang senang dengan kekerasan. Senang merusak keharmonisan antar ummat beragama melakukan pengerusakan dan bom bunuh diri dengan berdalih perang fisabillillah membela agama Islam. Di alam kubur, dia ditanya oleh malaikat.
            “Hai Manusia, Agamu apa??” Malaikat bertanya.
            “Agamaku Islam”, jawab lelaki tersebut. Dengan tanggap Malaikat “Ah..Masak???”
“Lo iya, Sumprit Malaikat…”, dengan tegas dia menjawab. “Ah Masak….masak orang Islam itu matinya di Diskotik(Bom Bali)…Namanya Orang Islam itu bukan begitu…Kalau ngaku orang Islam matinya itu dimasjid,,dalam keadaan sholat…masak orang Islam Matinya di Diskotik. Islam Macam apa itu. Islam itu damai..bukan kayak begitu….”
Kawanku yang budiman, tunjukkan bahwa Islam itu damai, Kita semua jangan sampai mau diProvokatori oleh Syetan-Syetan Iblis yang mengatakan harus begini, harus begitu yang melakukan kekerasaan berdalih membela agama Islam. Orang Islam itu tidak begitu… Harus saling menjaga, menghormati sesama ummat beragama. Saling menjaga perdamaian dan kesejahteraan bagi ummat manusia, bukan sesama Muslim saja.
Jangan sampai ikut-ikutan orang yang memiliki pikiran yang Ga’ rasional Blas. Berpikir kalau melakukan hal tersebut nanti akan mati masuk Syurga dan ditunggu oleh para Bidadari…(Bidadari dari Manaaaaaa!!!!!). Jelas itu pikirannya orang Settrreeesssss…….!!!!!!!!!!
Kalau memang mengaku orang Islam itu, Jelas ndak seperti itu kelakuannya. Islam itu damai, Islam itu Nikmat. Dipandang itu menyenangkan. Lihatlah para Kyai sepuh disekitar kita. Selalu menyenangkan ketika dipandang. Membawa kemaslakhatan bagi sekitarnya. Lihatlah Kyai Abdurrahman Wachid (Salah satu mantan presiden Indonesia). Begitu luar bisanya beliau menunjukkan bahwa Islam itu damai dan saling menghargai.
Jadilah air, namun jangan terhanyut dengan arus sendiri. Dimana-mana air selalu dibutuhkan oleh orang lain. Bahkan hampir semua mahkluk membutuhkan air. Air itu damai, membawa ketenangan. Meskipun dikenc*ng*, air tidak akan membalas…malah dengan tenanngnya mengalirkan sehingga najispun hilang.
Jadi seorang Muslimpun demikian. Dikatai orang, dijelek-jelekkan orang, dijadikan sebuah pengingat….dijadikan sebuah pengajaran. Kalau diri ini memang bukan orang yang baik maka harus dirubah untuk menjadi lebih baik. Jika kita bukanlah orang yang jelek, maka hal tersebut  jadikanlah itu sebuah kewaspadaan jangan sampai diri ini menjadi jelek.
Seperti Al-Imam Safi’i yang dicacimaki orang, “Engkau Dholim, Engkau Syirik…!!!!”. Beliau hanya tersenyum dan mengadu kepada Alloh, “Ya Alloh ya TuhanKu. Kiranya Orang tersebut benar, Saya ini yang Salah..Maka Ampunilah Dosa Saya. Jika orang itu yang salah, Maka Ampunilah dosanya.” Selesai…Indah bukan jika demikian...tidak ada tindakan kekerasan untuk menyikapinya.
Jadilah pohon padi, jangan jadi pohon Pakis. Padi ini semakin berisi semakin merunduk. Semakin berilmu maka semakin Tawaddu’. Jangan seperti pohon pakis, yang menjulang keatas. Semakin tua semakin congkak, sombong dan tidak mau menerima nasehat orang lain. Punya ilmu sedikit, sudah berani menyalah-kan orang lain, terlebih menyalah-kan para Ulama sepuh.
“Haaaaa…. yang anda lakukan itu Bid’ah…………”
“Sholawatan Harraaaam, Bid’ah!!!!
“Tahlilan Siriik…!!!!”…...hhhmmmm…Ngapaaain….!!!!!!Uwong jek wingi Mekitik.
Padahal para malaikat bersholawat kepada Rosul Muhammad SAW. Para Wali Songo melaksanakan Tahlilan….kalau dipikir secara Logika…”Ha anda ini siapaaa beraninya mengatakan hal tersebut???”
Kawanku yang budiman, sedikit uneg-uneg kutipan dari ceramah Habib Syech Abdul Qodir Assegaf yang dapat saya sampaikan..mudah-mudahan ada guna dan manfaat.


Minggu, 07 Oktober 2012

Kekayaan Bukan Ukuran Cinta Dunia


Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang ‘Alim Ulama beserta 2 Santrinya. Kehidupan mereka bertiga sangat sederhana, bahkan bahan makanan yang akan digunakan besok untuk makanpun tidak ada. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan yaitu Hanya beribadah-beribadah dan beribadah. Jikalau perut mereka sudah lapar, maka keseharian yang dilakukan adalah pergi ke sungai untuk memancing ikan.
Dengan kerendahan hati sang guru, jika ikan yang diperoleh hanya 1 ekor, maka itu akan menjadi santapan bersama-sama yang luar biasa dengan kedua santrinya. Dan jika ikan yang didapat 3 ekor, maka itu merupakan nikmat yang luar biasa bagi mereka. Itupun tidak lebih dari 3 ekor. Kadang pula, tidak ada seekor ikanpun yang didapat, maka itu merupakan nikmat rohani yang luar biasa karena ketika dalam kondisi tersebut, maka puasalah mereka untuk menahannya.
Karena ikan yang mereka dapatkan dari memancing tidak pasti, seringpula Seorang ‘Alim Ulama ini ketika mengkaji ilmu agama terlintas dalam pikiran :
“Ya Alloh, Nanti sore kalau ndak dapat ikan, kami makan apa Ya Alloh,,sudah 2 hari kami puasa karena tidak seekor ikanpun yang tersangkut kail kami..mudah-mudahan engkau limpahkan rejeki kepada kami”.
Hari demi hari, bulan, bahkan tahun, keseharian yang dilalui tidaklah berubah. Seakan hal tersebut sudah menjadi roda yang berputar tidak ada peningkatan apapun dalam kehidupan mereka.
Akhirnya seorang ‘Alim Ulama tersebut Mengutus kedua santrinya pergi ke Kota untuk meminta Nasehat dari Ulama besar di Kota. Beliaupun berkata :
“Yaa Santriku,,Kalian Ku utus pergi ke Kota. Temui Ulama Besar ini. Beliau adalah seorang ‘Alim Ulama. Mintalah Nasehat untuk Gurumu ini kepada Beliau”.
Tanpa bertanya panjang lebar, akhirnya pergilah kedua santri tersebut ke Kota untuk mencari seseorang yang dimaksud oleh Gurunya tersebut.
Sampailah mereka berdua di Kota. Setelah bertanya-tanya akhirlah ketemulah rumah Ulama besar yang menjadi tujuan mereka berdua. Namun sampai didepan rumahnya, mereka berdua bahkan ndak yakin kalau itu rumah Ulama yang dimaksud oleh Gurunya. Bagaimana tidak, dari depan terlihat megahnya seperti istana…dengan 2 penjaga didepan pintu gerbang yang sangat besar.
Tidak lama kemudian datanglah seseorang dengan Gagahnya menunggangi kuda mendatangi kedua santri tersebut. Yang tidak lain adalah Ulama yang di Maksud Gurunya sekaligus pemilik rumah tersebut. Dan bahkan dengar issue keramatnya ketika ada penduduk sekitar yang kekurangan, cukup dengan kudanya mengkibaskan ekornya, maka keluar uangnya.
Kemudian mereka semua masuk kedalam, dan sangat menakjubkan. Kedua santri hanya mampu menengok keKanan dan keKiri…..”WWuuuiiikk..Apik’e…”(Istilah orang jawa begitu). Karena memang isinya sungguh luar biasa, dengan pernak pernik yang sangat mengkilau. Perabotan yang lengkap berlapis emas, sehingga Membuat keduanya menelan ludah..”cc333gglleeeegg…!!!!!”.
Setelah kedua santri tersebut berhadapan dengan maksud ingin menyampaikan maksud dan tujuannya datang kesitu. Tanpa mengucap kata-kata, bahkan keduanya belum menyampaikan maksud dan tujuannya, Ulama tersebut langsung memberikan nasehat :
“Hei Para Santri…sampaikan kepada Gurumu…JANGAN KEDUNIAWIAN,,,!!!!!Sudah, kembalilah dan sampaikan itu kepada Gurumu”, (Atau bahasa kerennya”KeDonyan”). Padat singkat dan Jelas.
Wauh..betapa kagetnya keduanya setelah Gurunya yang dengan kehidupan sederhana dan serba kekurangan di Katakan “Kedonyan..!!!” Bahkan makan untuk hari esok aja ndak punya.
Dengan raut marah, mengingat itu adalah perintah gurunya, akhirnya merekapun kembali kedesa untuk menyampaikan nasehat yang diberikan Ulama tersebut.
Tidak lama kemudian tibalah keduanya menemui Gurunya. Bertanyalah sang Guru kepada Santrinya,,
”Wahai Santri, Apakah kamu telah bertemu dengan Ulama yang saya maksud??dan Apa Nasehat yang diberkan kepada saya???”
Akhirnya keduanya menyampaikan nasehat yang telah didapat namun dengan nada yang berbeda dengan maksud membela Gurunya dan tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan Gurunya.
“Ya Guru Kami, Kami sangat Marah sekali. Bagaimana tidak, Guru dengan kesederhanaannya, di Anggap Kedonyan sama Ulama Tersebut….!!!”
Dengan bangganya mengatakan hal tersebut kepada Gurunya.
Namun apa yang terjadi, keduanya malah balik kena Marah Gurunya…
“Kalian itu, tahu siapa beliu….Beliau tersebut adalah seorang Walimin’Auliya’…Beliu adalah kekasih Alloh…beraninya kalian bicara begitu…!!!” Terdiam semuanya setelah Sang Guru membentak keduanya.
Akhirnya dengan nada terseduh-seduh dengan diiringi tetesan airmata…!!!!!
“Astagfirullohal’adhiim…Benar kata beliau wahai santriku….ketika Aku mengajar kalian mengkaji ilmu agama, sempat terlintas dalam hati dan pikiran masalah makanan, ketika aku sholatpun,,sekilas memikirkannya….besook kita makan apa…!!!!”
Kawanku yang budiman, Bagi mereka orang-orang yang sudah dekat dengan Tuhannya, Maka yang dijadikan ukuran bukanlah hartanya. Tapi kebersihan hati, dalam taat kepada Tuhannya. Tidak semua orang Kaya itu Keduniawian,,,dan belum tentu juga orang yang ndak punya apa-apa dapat dikatakan orang yang Tidak keduniawian…Ukurannnya adalah Hati dari masing-masing. Dari cerita di atas, meskipun beliau berkelimpangan harta, namun dalam hati tidak sedikitpun urusan dunia melalaikannya dengan Tuhannya.
Alangkah baiknya jika menyikapi sesuatu dengan bijaksana. Dan selalu pentingkan kewajiban untuk mendalami ilmu Agama supaya kita tidak mudah terjerumus kedalam kesesatan.
Mudah-Mudahan Bermanfaat…..!!!!!


Senin, 17 September 2012

PerjalananKu

Perhiasan dunia sangatlah indah. Sehingga mampu menutupi keburukan menjadi kebaikan, kehinaan menjadi kemuliaan, bahkan hal ini mampu membuat Aku buta dan lupa dengan tujuan hidup yang sebenarnya.
Kedudukan,,,
Uang,,,
Wanita,,, Merupakan pernak-pernik yang tidak luput dari keseharianKu. Melupakan “Tujuan Akhir” dari perjalanan yang Aku lalui saat ini.
Melupakan “Untuk Apa Aku”

Kamis, 06 September 2012

Audit Sistem Informasi Menggunakan Standar COBIT 4.1 Domain Acquire And Implement

Audit Sistem Informasi Menggunakan Standar COBIT 4.1 
Domain Acquire And Implement 
Pada Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Abstrak
Unit Pelaksana Teknis merupakan tiang utama dalam penyedia layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Keberhasilan dalam mencapai sasaran atau tujuan utama organisasi bergantung besar terhadap sistem yang berjalan di dalamnya. Untuk menilai sejauh mana sistem yang berjalan dalam suatu organisasi terkait dengan perlindungan aset, pemeliharaan infrastruktur maupun layanan, sampai dengan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan organisasi.  
Audit Sistem Informasi merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengukur sebaik apa sistem informasi yang berjalan dalam organisasi tersebut. Pengukuran diambil dari standar COBIT 4.1 yang terdiri dari Maturity Level, Control Objectives dan Goals And Metrics.
Hasil dari Audit Sistem Informasi menunjukkan bahwa tata kelola TI yang ada pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika sudah berjalan cukup baik. Namun ada beberapa kinerja TI yang harus diperbaiki, dikembangkan dan diadakan dalam hal perencanaan strategis, pendokumentasian sampai dengan pemeliharaan dan pengimplementasian. Pada proses AI1 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika berada pada level 2.Repeatable dengan kondisi memiliki aktifitas berulang belum terdefinisi secara baik dan formal sehingga masih terjadi ketidak konsistenan. Sedangkan pada proses AI5 berada pada level 3.Defined dengan kondisi memiliki prosedur formal dan tertulis.
Kata kunci : Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Audit Sistem Informasi

BAB I
PENDAHULUAN
                 1.1  Latar Belakang
Berbagai macam bentuk organisasi bisnis yang bergerak dalam berbagai bidang, masing-masing mempunyai tujuan untuk melayani masyarakat akan kebutuhan yang selalu menjadi bahan pokok kehidupan pada saat ini dan yang akan datang. Mulai dari bentuk jasa, produksi barang, makanan, obat-obatan bahkan sampai dunia pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan organisasi bisnis yang mempunyai Visi dan Misi tertentu untuk mencapainya. Salah satunya yaitu Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Untuk memenuhi suatu tuntutan kebutuhan dalam menunjang sistem belajar mengajar dalam Kampus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, guna meningkatkan kualitas pembelajaran harus didukung dengan Teknologi Informasi (TI). Dimana Teknologi Informasi ini sangat berpengaruh besar dalam pelayanan terhadap sistem belajar mengajar. Salah satunya yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika merupakan salah satu unit pelayanan teknis di tingkat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang mempunyai fungsi pelayanan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau sering disebut dengan IT (Information Technology) kepada seluruh satker, termasuk staf dosen, karyawan, mahasiswa serta layanan kepada masyarakat umum.
Tugas pokok Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika adalah menyediakan sarana dan prasarana pendukung dan menyajikan informasi berkualitas yang tepat kebutuhan, tepat waktu dan tepat nilai berkaitan dengan Tridharma Perguruan Tinggi dengan menggunakan perangkat pengolah dan penyaji informasi.
Fungsi utama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika yaitu menyusun rencana program kegiatan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika sebagai pedoman pelaksanaan tugas. Mengkoordinasi bawahan dalam melaksanakan tugas agar terjalin kerjasama yang baik. Mengembangkan perangkat keras dengan cara mengusulkan penambahan dan pemeliharaan untuk terlaksananya berbagai kegiatan yang direncanakan. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan komputer untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan staf Unit Pelaksana Teknik (UPT) Telematika dan satuan kerja lainnya. Melaksanakan urusan pembuatan program atau sistem informasi sesuai kebutuhan unit kerja lain, menghasilkan jenis-jenis informasi yang dibutuhkan sub satker. Dan menyusun laporan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas.
Ditinjau dari fungsi pelayanannya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika berpengaruh besar terhadap proses bisnis yang berjalan pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Hal ini membuat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika menjadi bagian yang rawan ketika terjadi kesalahan dalam sistem yang dilaksanakan.
Permasalahan diatas merupakan alasan penulis untuk melakukan Audit Sistem Informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, guna untuk memberikan penilaian terhadap kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika yang meliputi perangkat lunak dan pengguna sistem atau sumber daya yang berkaitan. Dan hasil dari audit berupa laporan temuan dan rekomendasi sebagai acuan kinerja TI yang baik menurut COBIT.
            1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang diatas, rumusan masalah yaitu :
1.      Bagaimana menentukan ruang lingkup Audit Sistem Informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, dokumen-dokumen yang diperlukan, sistem yang akan di Audit, melakukan wawancara dan siapa yang akan diwawancara berdasarkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berhubungan dengan pengelola layanan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika?
2.      Bagaimana menganalisa Maturity Level, analisis Goals and Metrics, analisis Control Objectives dan analisis  hasil wawancara?
3.      Bagaimana membuat evaluasi terhadap penilaian berdasarkan Analisis Maturity Level, Goals and Metrics, Control Objectives dan menyusun Laporan hasil dari Audit Sistem Informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur?
4.      Bagaimana membuat laporan rekomendasi berdasarkan analisis dan hasil temuan?
1.3 Batasan Masalah
Dalam proses Audit Sistem Informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memiliki beberapa batasan masalah sebagai berikut :
1)      Dalam proses Audit Sistem Informasi ini lebih fokus domain Acquire and Implement (AI) pada proses :
a.    AI1 Identify Automated Solution (Mengidentifikasi solusi otomatis).
b.      AI5 Procure IT Resource (Mendapatkan Sumber Daya TI).
2)      Ruang lingkup audit Sistem Informasi ini   pada Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
1.4 Tujuan
1)      Melakukan evaluasi terhadap penilaian berdasarkan Analisis Maturity Level, Goals and Metrics, Control Objectives dan menyusun Laporan hasil dari Audit Sistem Informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2)      Membuat laporan rekomendasi yang didasarkan dari analisis dan hasil temuan dalam proses pengumpulan data sebagai acuan untuk tata kelola TI yang baik menurut standar COBIT 4.1

1.5  Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah :
1)      Bagi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“ Jawa Timur :
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tata kelola layanan Teknologi Informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika   Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Dan hasil yang diperoleh dari Audit sistem informasi ini dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan tata kelola Teknologi Informasi (TI) yang sesuai dengan standar.
2)      Bagi Mahasiswa/Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“ Jawa Timur :
Sebagai referensi dalam melakukan Auditing mulai dari proses bisnis yang direncanakan sampai dengan implementasi dalam suatu organisasi.
1.6  Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir
Sistematika penulisan Laporan Tugas Akhir ini yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab satu ini membahas mengenai Latar Belakang Masalah, Rumusan masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Manfaat dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab dua ini membahas secara singkat teori-teori yang berhubungan dan mendukung dalam pembuatan laporan ini.
BAB III : METODE PENELITIAN
Pada bab tiga ini dijelaskan tentang metode penelitian yang meliputi Pelaksanaan  dan Metodologi tugas akhir.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab empat ini terdapat penjelasan proses audit, hasil dan rekomendasi dari pembahasan.
BAB V : PENUTUP
Pada bab lima ini terdapat kesimpulan dan saran dari hasil pembahasan yang telah dipaparkan pada bab empat.

Share Tugas Akhir (Skripsi) Ane Gan....Mungkin dapat dijadikan Referensi...Monggo..!!!
Untuk BAB 2 dan seterusnya Dapat dikondisikan sesuai kebutuhan Sobat Blogger....(^_^) Semoga Bermanfaat.....

Please follow me...!!!!