Sabtu, 21 Mei 2011

Makna Syukur

Makna Syukur Bagi Saya....!!!

WaAuUhh......ternyata makna syukur selama ini yang saya tahu ternyata jaaaauh dari makna sebenarnya...Dulu saya berfikir syukur  yaitu mengucapkan alhamdulillah atas segala limpahan nikmat dan Rahmat Alloh SWT. Dan menambah shodaqoh atas rizki yang telah  Alloh berikan. Padahal jauh dari itu Makna BerSyukur ternyata dapat di kupas lebih dalam lagi. Sering Saya dengar jika ada orang  ceramah agama yang bahas tentang syukur,Mereka sering bilang "Jika Kita berSyukur kepada Alloh atas limpahan Rahmat dan  Hidayahnya, Maka Alloh akan menambah nikmatnya".
Setelah saya pikirkan, ternyata begitu luar biasa Arti Syukur itu. Memang, jika  kita termasuk orang-orang yang dapat mensyukuri nikmat yang Alloh berikan maka Alloh akan menambah
nikmat itu. Karena dengan  tahu diri atas Ciptaan Alloh yang luar biasa akan tercipta sebuah kemampuan yang luar biasa untuk mencapai tujuan kita, Jadi tidak  ada kata "TIDAK MAMPU". Dengan demikian maka Alloh akan memberikan kemudahan atas perjalanan kita di dunia ini untuk  mendapatkan Ridho dan hidayahnya. Dan mudah-Mudahan kita termasuk orang yang TAHU DIRI atas pemberian Alloh SWT.
Karena, Orang dapat di katakan bersyukur yaitu orang yang dapat memanfaatkan dengan baik apa yang sudah Alloh berikan kepada  kita. Alloh menciptakan manusia sebagai mahkluk yang sempurna. Karena Alloh telah memberikan fungsi-fungsi yang ada dalam diri manusia yang sungguh Luar biasa daripada mahkluk lainnya. Tangan, Kaki, Telinga, Mata yang Luar biasa, Otak, Perasaan, Indra  penciuman, perasa kecap dan lain sebagainya merupakan hal yang luar biasa dan tak ternilai harganya jika kita dapat menggunakan  sesuai dengan fungsinya secara maksimal. Atau kata yang lebih jelasnya SDM. Ini merupakan Nikmat Alloh yang sering manusia lupakan  dan yang tidak kita Syukuri.
Hal ini terbukti dalam beberapa kasus kenyataan yang ada, pada saat manusia berusaha untuk mencapai suatu tujuan kemudian gagal.  Sebagaian besar mereka berfikirnya :  "ah,ini memang sudah takdir Alloh" (Maka Alloh yang di salahkan karena sudah memberikan Takdir yang Buruk)Padahal Nasib,  Bukan Takdir. Sedangkan Nasib dan Takdir memiliki makna yang jauh berbeda.Karena manusia merasa sudah berusaha sekuat tenaga  sehingga dapat mengklaim kegagalan dengan pemikiran YANG TIDAK BENAR. Atau mungkin menyalahkan orang lain dalam  kegagalannya. Padahal kegagalannya "Di Karenakan DIRI SENDIRI " yang kurang dapat menSyukuri Nikmat Alloh karena belum dapat menggunakan  SDM yang ada dalam dirinya.
Dalam kasus lain, sebagian besar jika kita mempunyai keinginan, Maka sebelum mencapai keinginan itu kita sudah merasa tidak mampu.  Dalam artian kita sudah tidak percaya kepada diri sendiri. Jika kita sudah tidak percaya diri lagi, berarti kita sudah meragukan  Nikmat/Ciptaan Alloh berupa SDM yang kita miliki. Jika kita sudah tidak percaya terhadap ciptaan Alloh, Maka kita dapat dikatakan  orang yang tidak percaya Alloh karena sudah tidak percaya lagi terhadap Ciptaanya(Alias K*f*r).(Astaghfirulloh....Ya Alloh,  Ampunilah Dosa kami). Tanpa kita sadari, inilah salah satu penyebab Kemurkaan Alloh, Bencana dimana-mana, karena kita sebagai  manusia ciptaan Alloh dengan sebaik-baik bentuk yang TIDAK DAPAT MENSYUKURI NIKMAT ALLOH.(Subhanalloh...).Semoga Kita termasuk Orang-orang yang "Dapat Mensyukuri Nikmat ALLOH SWT".Aaamiiyn.....!!!!!!!


share

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda mengenai Postingan ini sangat Saya butuhkan Untuk menjadi bahan evaluasi agar menjadi lebih baik.
Follow blog saya, maka saya akan siap follow blog Anda.
Mudah-Mudahan Artikel di Atas Bermanfaat bagi kita semua.
Berkata-Katalah Yang baik, agar Hidup Anda menjadi lebih baik.

Please follow me...!!!!