Rabu, 21 Maret 2012

Cara Sederhana Menyembuhkan Sakit Pada Leher

Seringkali ketika kita bangun dari tidur merasakan Leher kaku dan sakit. Hal disebabkan oleh posisi tidur yang tidak beraturan atau alas kepala yang kita kenal dengan Bantal, kurang nyaman ketika digunakan untuk tidur. Terlebih jika bantal tersebut terbuat dari bahan alami yaitu dari buah pohon yang lebih dikenal orang Jawa sebagai “Pohon Kapuk/ Kapas Jawa”, bahan ini tidak akan tahan lama jika digunakan sebagai bahan dasar Bantal.
Biasanya masa penggunaan normal bantal yang terbuat dari Kapas jawa tersebut kisaran antara 3-5 bulanan sudah mengalami penyusutan. Penyusutan inilah yang merupakan faktor utama  menyebabkan leher kita ketika menggunakan bantal tersebut akan merasakan sakit dan kaku.
Dengan kecanggihan teknologi pada saat ini banyak produk-produk yang ditawarkan untuk menghilangkan rasa sakit dan kaku pada leher. Mulai dari harga yang cukup tinggi seperti alat ini
 sampai dengan harga yang sangat murah yaitu berupa alat pijat tradisional yang terbuat dari Kayu Pohon kelapa ini  

menjadi pilihan banyak orang untuk dapat menghilangkan rasa sakit dan kaku pada leher.

Namun bagi orang-orang disebuah desa di Jawa Timur menggunakan cara sederhana untuk menghilangkan rasa sakit dan kaku pada leher yaitu dengan Menjemur Bantal yang digunakannya. Cara sederhana ini secara turun-temurun digunakan oleh orang-orang yang masih yakin dan percaya dengan pitutur-pitutur(Nasehat) orang zaman dahulu.
Hal tersebut terbukti dengan cepat dapat menghilangkan rasa sakit dan kaku pada leher. Seperti yang dilakukan oleh keluarga saya tiap kali salah satu dari anggota keluarga merasakan sakit pada leher. 
Mula-mula ambil bantal yang anda gunakan untuk tidur, kemudian jemur selama sehari penuh dengan kondisi terik matahari yang cukup panas. Dan sesekali pukul-pukul pada bantal tersebut menggunakan sebatang bambu ukuran sedang atau batang pohon kering. Kemudian pada malam harinya gunakan untuk tidur. Percaya atau tidak Fakta yang saya alami selama ini mampu menyembuhkan rasa sakit dan kaku pada leher.
Mudah-mudahan bermanfaat…!!!!!

Kamis, 15 Maret 2012

Kebersamaan Yang di Contohkan Rosululloh SAW

Pada suatu hari ketika Rosululloh SAW dengan para sahabatnya dalam perjalanan pulang setelah perang. Setiap perang Rosululloh dan Para sahabat selalu membawa bekal, dan pada waktu itu bekalnya adalah beberapa ekor Kambing yang masih hidup. Ketika pulang setelah berperang, para sahabat merasa lelah dan kelaparan.
Dan pada waktu itu masih tersisa seekor kambing yang belum dimakan. Kemudian dari belakang salah satu sahabat berbicara dengan sahabat lainnya.
“Wahai sahabat, Sesungguhnya Aku sudah merasa kelelahan dan sangat lapar..Namun Aku malu dengan rosululloh jika Aku berkata demikian kepadaNya”.
Kemudian sahabat lain mendengar percakapan itu. Kemudian sahabat tersebut langsung mengangkat tangannya dan berkata kepada Rosululloh SAW.
“Wahai Rosul, apakah tidak sebaiknya kita Istirahat terlebih dahulu, sesungguhnya kami sudah merasa kelelahan”.
Akhirnya dengan komando Rosululloh para prajurit tersebut berhenti untuk beristirahat. Namun Rosululloh SAW tidak mengatakan kalau istirahat itu sambil memakan sisa bekal perang.
Setelah berhenti, tiba-tiba salah satu sahabat mengangkat tangannya dan berkata kepada Rosululloh,
                                    “Ya Rosul…Ijinkan saya yang menyembelih Kambing ini….”.
Kemudian sahabat satunya lagi mengangkat tangannya dan berkata :
 “Ya Rosul,,jika sudah ada yang menyembelih, biarkan saya yang melulangi(melepaskan kulit dari dagingnya) kambing tersebut….”.
Kemudian sahabat lainnya tidak mau kalah dan berkata :
”Jika begitu, biar saya yang memisahkan daging dengan Tulangnya”.
Kemudian ada sahabat lagi yang ingin melayani Rosul, ia berkata :
“Ya Rosul..Ijinkan saya yang memasak kambing tersebut….”.
Mulai dari menyembelih sampai memasak para sahabat tidak mau ketinggalan berkontribusi untuk melayani Rosululloh SAW, karena beliau adalah Panglima Perangnya. Kemudian Rosululloh bertanya kepada Para sahabatnya :
“Apakah sudah..???tidak ada lagi yang mengajukan diri????”……..!!!!
Semua sahabat terdiam, karena memang hampir semua bagian untuk menyiapkan makanan sudah terpenuhi. Kemudian Rosululloh Besabda :
“Jika sudah semua, maka Aku yang akan mencari kayu Bakarnya”.(Subhanalloh)
Seorang panglima perang tidak hanya menikmati saja, namun juga ikut berpartisipasi untuk menyiapkan makanan bersama-sama. Namun para sahabat melarangnya. Bagaimana tidak, seorang Panglima perang ikut mencari kayu bakar untuk menyiapkan makanan. Akhirnya salah satu sahabat berkata :
“Wahai Rosululloh, ijinkan saya yang mencari kayu bakar, dan Alangkah baiknya jika Rosul berIstirahat saja…”
Kemudian Rosululloh Bersabda :
“Wahai para sahabat, sesungguhnya Aku tidak suka jika semuanya bekerja, sedangkan Aku hanya menunggu dan tidak berbuat apa-apa”…
Subhanalloh….kawanku yang budiman, itulah sepenggal kisah yang menceritakan tentang eratnya Kebersamaan yang diContohkan oleh Nabi besar Muhammad SAW kepada Ummatnya. Dari certita diatas, tidak ada satupun dari para sahabat yang mengajukan diri “Wahai rosul, biar saya yang bagian makan”
Mudah-mudahan bermanfaat…..!!!!

Selasa, 06 Maret 2012

Kisah Menarik Tentang Kaos Merah di Malam Pertama

Pada suatu hari disebuah desa kecil, bertemulah seorang laki-laki dan PeremPuan, mereka saling mencintai hingga samPai kePelaminan. Setelah menikah Pada malam harinya didalam sebuah kamar, terjadi beberaPa PercakaPan diantara keduanya. Dan karena Pengantin baru, ada beberaPa Pemuda diDesa tersebut yang iseng ingin mengintiP keduanya dibalik jendela.(NB : Baca sampai Selesai)
S = Suami, I = Istri, P = Pemuda yang mengintiP diBalik Jendela.
I : “Maas, Dimalam Pertama ini saya Punya hadiah buat Mas….”  Ujar Istrinya dengan Nada Lembut dan Penuh kasih Sayang.
S : ”APa sich Dek??”….
I : “Ini loh, Hadiahnya dibuka Doonk…..” kembali Istrinya menawarkan kePada Suaminya.
S : “Bentar Donk,,Sabar yaaa Deek…!!!” Ujar suaminya.
I : “hhhmmmm…..Ayooo cePetaaan….Uda Ga sabar Nich……”
P : “Waah…uda mulai Nich Kayaknya….!!!!!!”, dengan Penasaran sambil mencari celah buat NgintiP. Namun karena tidak ada celah sehingga dia hanya mamPu terdiam dan mendengarkan tanPa melihatnya.
S : “Ya Sudah..sini Biar Mas yang buka”,,,,,hhhhhmmmm….”Waah…ko merah dek..”…si P semakin Panas mendengarkan PerNyataan dari S...kemudian percakapan kembali berlanjut….
I : “Iya Mas..kenaPa…Mas Ndak Suka…????” ujar sang istri….
S :Engga Ko Deek..Mas suka…suka banget….Mas Coba ya…??”
I : “Iya Mas..langsung aja,,,” jawab sang Istri….
S : “Ya sudah..sini Mas coba dulu..Pas aPa Ndak….”.
I : “Lo Mas,,,salaah….bukan itu Lubangnya….KePalanya dulu yg dimasukkan…sini, tak bantu memasukkan…hhhmmm…Tuuukan Pas…”.
S : “Iya dek,,ternyata Pas….taPi ko masih seret yaa….”
I : “Ya iyalah Mas…kan masih baru…..gimana Mas,,enak Pakainya..??”
S : “Iya dek..enaak…Angeeettt….”,,,,
Akhirnya si P sudah ndak kuat nahan, akhirnya dia lari sambil memegang ttttiiiiiittttt….dan keesokan harinya minta Mak-nya untuk dikawinkan….
Sebenarnya, inilah yang terjadi :
Pada saat itu Sang Istri ingin memberikan Hadiah kePada Suaminya. Yaitu beruPa “Kaos Merah” yang dibungkus RaPi dalam sebuah kotak. Terjadilah PercakaPan dari dalam Kamar. Karena tidak ada celah untuk Ngintip,  sehingga Si P ini hanya mamPu terdiam dan mendengarkan tanPa melihatnya. Jadi dia mengArtikan dari apa yang dia dengar.
Peryantaan si S : “Ya Sudah..sini Biar Mas yang buka”,,,,,hhhhhmmmm….”Waah…ko merah dek..???”. karena isinya adalah kaos merah, sedangkan Sang suami kurang suka dengan warna merah. Dan karena ingin membahagiakan Istrinya, suami tersebut tidak menolak dan bahkan ingin mencobanya langsung.
S : “Ya sudah..ini Mas coba dulu..Pas aPa Ndak….”,,Karena Si Suami ini memakai Kaosnya dengan memasukkan Tangannya terlebih dahulu…maka sang Istri bilang…
I : “Lo Mas,,,salah..bukan itu Lubangnya….KePalanya dulu yg dimasukkan…sini, tak bantu memasukkan…hhhmmm…Tuuukan Pas…”……
S : “Iya dek,,ternyata Pas….taPi ko masih seret yaa….”. karena Kaos ini masih baru, ya wajar sajalah kalau masih seret pakainya. Kemudian pertanyaan Istri, I : “Gimana Mas,,enak Pakainya..??”. dan karena kaosnya terbuat dari kain yg tebal, maka sang suamipun menjawab : S : “Iya dek..enaak…Angeeettt….”.
Kawanku yang budiman, bukan maksud saya untuk bercerita tentang sesuatu yg jorok / P*orN*…ini hanya bertujuan untuk menghibur sobat-sobat blogger….selalu berFikir yang baik,,dan alangkah baiknya Tidak mensikaPi/meng-Artikan sesuatu yang belum jelas….

Jumat, 02 Maret 2012

Pernyataan Orang Kikir Ketika Bersedekah

Bersedekah dalam kehidupan ini merupakan hal yang luar biasa bagi orang-orang yang mempunyai harta lebih untuk diberikan kepada sesama/orang lain. Karena itu membawa banyak berkah dan manfaat bagi kehidupan ini. Banyak hal yang dapat disedekahkan kepada orang lain tergantung kebutuhan yang pada saat itu dibutuhkan. Mulai dari bersedekah melalui tenaga, harta, ilmu, bahkan postingan sahabat blogger dapat juga dikategorikan bersedakah.
Jika kita berbicara tentang bersedekah, maka tidaklah jauh-jauh dengan kata “Ikhlas”. Terkadang dalam bersedekah sebagian besar orang berpedoman pada kata-kata tersebut yang justru membuat sedekah itu tidak ikhlas. Karena ikhlas itu dalam hati, bukan dari mulut yang penuh kebohongan ini.
Hubungan dengan judul diatas yaitu, sebagian besar orang yang kikir ketika bersedekah selalu bilang :
“Meskipun Sedikit Yang Penting Ikhlas”.
Menanggapi hal yang demikian, orang bijak memberikan 2 pilihan pertanyaan  tentang hal itu.
“Lebih baik mana sedikit dan tidak bermanfaat, tapi Ikhlas”
atau
“ Lebih baik Banyak dan Bermanfaat, tapi tidak Ikhlas???”
Ikhlas dan tidaknya seseorang itu berhubungan langsung dengan Tuhan, namun Bermanfaat dan Tidaknya itu berhubungan dengan sesama. Jika kita berpikir secara logika, misal bersedekah berbentuk uang. Pilih mana uang Rp 100,- pemberian dengan ikhlas, dengan uang Rp 1 Juta tapi tidak ihklas??? Silahkan direnungkan.
Kawanku yang budiman, postingan ini bukanlah bermaksud untuk meng-Intimidasi seseorang / mencela, mengejek, memojokkan atau lain-lain. Namun semua ini lebih kepada diri pribadi. Alangkah baiknya jika Pertayaan-pertanyaan diatas diPertanyakan kepada diri sendiri ketika kita punya kelebihan dalam hal apapun untuk disedekahkan.
Mudah-Mudahan kita bukan termasuk orang yang kikir dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang tidak peritungan ketika bersedekah. Karena bersedekah tidak akan mengurangi, bahkan akan menambah berlipat ganda apa yang telah kita sedekahkan.
Mudah-mudahan bermanfaat….!!!!

Please follow me...!!!!