Selasa, 23 Oktober 2012

Anak SMA, Anak SMU


Dukung Gerakan Blacklist Konten Porno
Dengan kata Kunci “Anak SMA” dan “Anak SMU”

Miris sekali ketika kita search di google dengan kata kunci “Anak SMA” maka yang keluar bukanlah konten-konten yang baik tentang anak SMA, melainkan konten porno dengan berbagai macam kata kunci yang terindex google. Dapat dibayangkan jika para remaja atau generasi penerus bangsa yang ingin mencari digoogle dengan maksud “Pelajaran Anak SMA” atau tentang “Pendidikan Anak SMA”, maka yang keluar adalah konten porno???Hal ini jelas suatu Agenda Besar yang harus kita tanggapi bersama.

Maka Postingan ini bermaksud membuat gerakan untuk menggeserkan konten-konten Porno dengan kata kunci “anak SMA”. Bagi para blogger atau siapapun yang mempunyai konten atau artikel tentang “Anak SMA”/ "Anak SMU" dalam hal yang baik, dapat diShare alamat blognya.

Disini http://sepatupantofel.net berusaha menfasilitasi dengan teknik-teknik khusus supaya dapat terindex digoogle pada halaman dan baris pertama. Harapannya ketika ada yang mencari konten-konten baik dengan kata kunci “anak SMA” yang muncul adalah konten-konten baik/positif sesuai dengan diharapkan.


Silahkan masukkan nama dan alamat blog/website anda ke Kotak Komentar. Jika Blog Anda berisi Konten Pendidikan Maka akan segera Saya Masukkan kedalam Daftar List Blog/website diDibawah ini. Atau anda Bisa membut postingan sendiri dengan kata kunci “Anak SMA” atau “Anak SMU”. Semoga Langkah Kecil ini dapat Menggeser konten-konten yang tidak harapkan….amien…!!!!
A
……………………..
B
C
………………………
D
………………………
E
………………………
F
………………………
G
………………………
H
………………………
I
………………………
J
………………………
K
………………………
L
………………………
M
………………………
N
………………………
O
………………………
P
………………………
Q
………………………
R
………………………
S
T
………………………
U
………………………
V
………………………
W
………………………
X
………………………
Y
………………………
Z
………………………

Selasa, 16 Oktober 2012

Islam itu Damai


Belajar dari Air
Saya awali tulisan ini dengan membaca Bismillahirrohmaanirohim….Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Besar Kita Muhammad SAW…Mudah-mudahan kita semua yang hadir disini termasuk orang-orang yang dicintai Alloh dan Mencintai Alloh, termasuk orang-orang yang mencintai Rosul dan dicintai Rosul. Dan semoga kita termasuk orang yang mendapatkan berkah dunia akhirat, barokah umur kita, keluarga, rejeki kita…amien amien ya robbal’alamin…
Teringat ketika dulu mendapatkan nasehat dari seorang Kyai,,”Ambillah ilmu dari air”, Air itu dapat kita ambil ilmu ketenangan. Air itu membuat tenang sekitar,,air itu membuat sejuk sekitar. Jadilah kita seoarang Muslim, Mukmin, Mukminat dan muslimat yang mampu membuat sejuk ataupun tenang sekitarnya. Janganlah seperti orang-orang yang mengaku Islam tapi masih senang dengan kekerasan, senang dengan tukarpadu, senang dengan kesengsaraan orang lain. Tunjukkanlah bahwa Islam itu damai. Saling menyayangi terhadap semua ummat beragama.
Dikisahkan, ada seorang Laki-laki mengaku Islam yang senang dengan kekerasan. Senang merusak keharmonisan antar ummat beragama melakukan pengerusakan dan bom bunuh diri dengan berdalih perang fisabillillah membela agama Islam. Di alam kubur, dia ditanya oleh malaikat.
            “Hai Manusia, Agamu apa??” Malaikat bertanya.
            “Agamaku Islam”, jawab lelaki tersebut. Dengan tanggap Malaikat “Ah..Masak???”
“Lo iya, Sumprit Malaikat…”, dengan tegas dia menjawab. “Ah Masak….masak orang Islam itu matinya di Diskotik(Bom Bali)…Namanya Orang Islam itu bukan begitu…Kalau ngaku orang Islam matinya itu dimasjid,,dalam keadaan sholat…masak orang Islam Matinya di Diskotik. Islam Macam apa itu. Islam itu damai..bukan kayak begitu….”
Kawanku yang budiman, tunjukkan bahwa Islam itu damai, Kita semua jangan sampai mau diProvokatori oleh Syetan-Syetan Iblis yang mengatakan harus begini, harus begitu yang melakukan kekerasaan berdalih membela agama Islam. Orang Islam itu tidak begitu… Harus saling menjaga, menghormati sesama ummat beragama. Saling menjaga perdamaian dan kesejahteraan bagi ummat manusia, bukan sesama Muslim saja.
Jangan sampai ikut-ikutan orang yang memiliki pikiran yang Ga’ rasional Blas. Berpikir kalau melakukan hal tersebut nanti akan mati masuk Syurga dan ditunggu oleh para Bidadari…(Bidadari dari Manaaaaaa!!!!!). Jelas itu pikirannya orang Settrreeesssss…….!!!!!!!!!!
Kalau memang mengaku orang Islam itu, Jelas ndak seperti itu kelakuannya. Islam itu damai, Islam itu Nikmat. Dipandang itu menyenangkan. Lihatlah para Kyai sepuh disekitar kita. Selalu menyenangkan ketika dipandang. Membawa kemaslakhatan bagi sekitarnya. Lihatlah Kyai Abdurrahman Wachid (Salah satu mantan presiden Indonesia). Begitu luar bisanya beliau menunjukkan bahwa Islam itu damai dan saling menghargai.
Jadilah air, namun jangan terhanyut dengan arus sendiri. Dimana-mana air selalu dibutuhkan oleh orang lain. Bahkan hampir semua mahkluk membutuhkan air. Air itu damai, membawa ketenangan. Meskipun dikenc*ng*, air tidak akan membalas…malah dengan tenanngnya mengalirkan sehingga najispun hilang.
Jadi seorang Muslimpun demikian. Dikatai orang, dijelek-jelekkan orang, dijadikan sebuah pengingat….dijadikan sebuah pengajaran. Kalau diri ini memang bukan orang yang baik maka harus dirubah untuk menjadi lebih baik. Jika kita bukanlah orang yang jelek, maka hal tersebut  jadikanlah itu sebuah kewaspadaan jangan sampai diri ini menjadi jelek.
Seperti Al-Imam Safi’i yang dicacimaki orang, “Engkau Dholim, Engkau Syirik…!!!!”. Beliau hanya tersenyum dan mengadu kepada Alloh, “Ya Alloh ya TuhanKu. Kiranya Orang tersebut benar, Saya ini yang Salah..Maka Ampunilah Dosa Saya. Jika orang itu yang salah, Maka Ampunilah dosanya.” Selesai…Indah bukan jika demikian...tidak ada tindakan kekerasan untuk menyikapinya.
Jadilah pohon padi, jangan jadi pohon Pakis. Padi ini semakin berisi semakin merunduk. Semakin berilmu maka semakin Tawaddu’. Jangan seperti pohon pakis, yang menjulang keatas. Semakin tua semakin congkak, sombong dan tidak mau menerima nasehat orang lain. Punya ilmu sedikit, sudah berani menyalah-kan orang lain, terlebih menyalah-kan para Ulama sepuh.
“Haaaaa…. yang anda lakukan itu Bid’ah…………”
“Sholawatan Harraaaam, Bid’ah!!!!
“Tahlilan Siriik…!!!!”…...hhhmmmm…Ngapaaain….!!!!!!Uwong jek wingi Mekitik.
Padahal para malaikat bersholawat kepada Rosul Muhammad SAW. Para Wali Songo melaksanakan Tahlilan….kalau dipikir secara Logika…”Ha anda ini siapaaa beraninya mengatakan hal tersebut???”
Kawanku yang budiman, sedikit uneg-uneg kutipan dari ceramah Habib Syech Abdul Qodir Assegaf yang dapat saya sampaikan..mudah-mudahan ada guna dan manfaat.


Minggu, 07 Oktober 2012

Kekayaan Bukan Ukuran Cinta Dunia


Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang ‘Alim Ulama beserta 2 Santrinya. Kehidupan mereka bertiga sangat sederhana, bahkan bahan makanan yang akan digunakan besok untuk makanpun tidak ada. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan yaitu Hanya beribadah-beribadah dan beribadah. Jikalau perut mereka sudah lapar, maka keseharian yang dilakukan adalah pergi ke sungai untuk memancing ikan.
Dengan kerendahan hati sang guru, jika ikan yang diperoleh hanya 1 ekor, maka itu akan menjadi santapan bersama-sama yang luar biasa dengan kedua santrinya. Dan jika ikan yang didapat 3 ekor, maka itu merupakan nikmat yang luar biasa bagi mereka. Itupun tidak lebih dari 3 ekor. Kadang pula, tidak ada seekor ikanpun yang didapat, maka itu merupakan nikmat rohani yang luar biasa karena ketika dalam kondisi tersebut, maka puasalah mereka untuk menahannya.
Karena ikan yang mereka dapatkan dari memancing tidak pasti, seringpula Seorang ‘Alim Ulama ini ketika mengkaji ilmu agama terlintas dalam pikiran :
“Ya Alloh, Nanti sore kalau ndak dapat ikan, kami makan apa Ya Alloh,,sudah 2 hari kami puasa karena tidak seekor ikanpun yang tersangkut kail kami..mudah-mudahan engkau limpahkan rejeki kepada kami”.
Hari demi hari, bulan, bahkan tahun, keseharian yang dilalui tidaklah berubah. Seakan hal tersebut sudah menjadi roda yang berputar tidak ada peningkatan apapun dalam kehidupan mereka.
Akhirnya seorang ‘Alim Ulama tersebut Mengutus kedua santrinya pergi ke Kota untuk meminta Nasehat dari Ulama besar di Kota. Beliaupun berkata :
“Yaa Santriku,,Kalian Ku utus pergi ke Kota. Temui Ulama Besar ini. Beliau adalah seorang ‘Alim Ulama. Mintalah Nasehat untuk Gurumu ini kepada Beliau”.
Tanpa bertanya panjang lebar, akhirnya pergilah kedua santri tersebut ke Kota untuk mencari seseorang yang dimaksud oleh Gurunya tersebut.
Sampailah mereka berdua di Kota. Setelah bertanya-tanya akhirlah ketemulah rumah Ulama besar yang menjadi tujuan mereka berdua. Namun sampai didepan rumahnya, mereka berdua bahkan ndak yakin kalau itu rumah Ulama yang dimaksud oleh Gurunya. Bagaimana tidak, dari depan terlihat megahnya seperti istana…dengan 2 penjaga didepan pintu gerbang yang sangat besar.
Tidak lama kemudian datanglah seseorang dengan Gagahnya menunggangi kuda mendatangi kedua santri tersebut. Yang tidak lain adalah Ulama yang di Maksud Gurunya sekaligus pemilik rumah tersebut. Dan bahkan dengar issue keramatnya ketika ada penduduk sekitar yang kekurangan, cukup dengan kudanya mengkibaskan ekornya, maka keluar uangnya.
Kemudian mereka semua masuk kedalam, dan sangat menakjubkan. Kedua santri hanya mampu menengok keKanan dan keKiri…..”WWuuuiiikk..Apik’e…”(Istilah orang jawa begitu). Karena memang isinya sungguh luar biasa, dengan pernak pernik yang sangat mengkilau. Perabotan yang lengkap berlapis emas, sehingga Membuat keduanya menelan ludah..”cc333gglleeeegg…!!!!!”.
Setelah kedua santri tersebut berhadapan dengan maksud ingin menyampaikan maksud dan tujuannya datang kesitu. Tanpa mengucap kata-kata, bahkan keduanya belum menyampaikan maksud dan tujuannya, Ulama tersebut langsung memberikan nasehat :
“Hei Para Santri…sampaikan kepada Gurumu…JANGAN KEDUNIAWIAN,,,!!!!!Sudah, kembalilah dan sampaikan itu kepada Gurumu”, (Atau bahasa kerennya”KeDonyan”). Padat singkat dan Jelas.
Wauh..betapa kagetnya keduanya setelah Gurunya yang dengan kehidupan sederhana dan serba kekurangan di Katakan “Kedonyan..!!!” Bahkan makan untuk hari esok aja ndak punya.
Dengan raut marah, mengingat itu adalah perintah gurunya, akhirnya merekapun kembali kedesa untuk menyampaikan nasehat yang diberikan Ulama tersebut.
Tidak lama kemudian tibalah keduanya menemui Gurunya. Bertanyalah sang Guru kepada Santrinya,,
”Wahai Santri, Apakah kamu telah bertemu dengan Ulama yang saya maksud??dan Apa Nasehat yang diberkan kepada saya???”
Akhirnya keduanya menyampaikan nasehat yang telah didapat namun dengan nada yang berbeda dengan maksud membela Gurunya dan tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan Gurunya.
“Ya Guru Kami, Kami sangat Marah sekali. Bagaimana tidak, Guru dengan kesederhanaannya, di Anggap Kedonyan sama Ulama Tersebut….!!!”
Dengan bangganya mengatakan hal tersebut kepada Gurunya.
Namun apa yang terjadi, keduanya malah balik kena Marah Gurunya…
“Kalian itu, tahu siapa beliu….Beliau tersebut adalah seorang Walimin’Auliya’…Beliu adalah kekasih Alloh…beraninya kalian bicara begitu…!!!” Terdiam semuanya setelah Sang Guru membentak keduanya.
Akhirnya dengan nada terseduh-seduh dengan diiringi tetesan airmata…!!!!!
“Astagfirullohal’adhiim…Benar kata beliau wahai santriku….ketika Aku mengajar kalian mengkaji ilmu agama, sempat terlintas dalam hati dan pikiran masalah makanan, ketika aku sholatpun,,sekilas memikirkannya….besook kita makan apa…!!!!”
Kawanku yang budiman, Bagi mereka orang-orang yang sudah dekat dengan Tuhannya, Maka yang dijadikan ukuran bukanlah hartanya. Tapi kebersihan hati, dalam taat kepada Tuhannya. Tidak semua orang Kaya itu Keduniawian,,,dan belum tentu juga orang yang ndak punya apa-apa dapat dikatakan orang yang Tidak keduniawian…Ukurannnya adalah Hati dari masing-masing. Dari cerita di atas, meskipun beliau berkelimpangan harta, namun dalam hati tidak sedikitpun urusan dunia melalaikannya dengan Tuhannya.
Alangkah baiknya jika menyikapi sesuatu dengan bijaksana. Dan selalu pentingkan kewajiban untuk mendalami ilmu Agama supaya kita tidak mudah terjerumus kedalam kesesatan.
Mudah-Mudahan Bermanfaat…..!!!!!


Please follow me...!!!!