Jumat, 09 November 2012

Miskin Harta Kaya Hati


Kisah Orang Kurang Mampu yang Besar Hati
Hal luar biasa ini saya temui pada sore hari. Waktu itu setelah sholat Asar terdengar suara orang yang kebetulan tidak jauh dari Masjid…”HHhhaaaayyyooooo….HhhUuwaaaayyoooooooh….” dan didukung dengan peralatannya yang terdiri dari kaleng berisikan batu kecil…”Krompyang krompyaaang krompyang….” sehingga membuat saya tertarik untuk mendatanginya dan menuntun langkah kaki untuk menyaksikan apa yang terjadi.
Sesampai ditempat dimana sumber suara keluar, ternyata ada orang sedang menggurak..(????hhhmmm apa Menggurak itu…)yawes itulah…Pokonya ketika ada burung yang mw hinggap di Sawahnya, maka ditakut-takutilah dengan suaranya dan seperangkat alat perangnya…hehehehe…..sehingga burung ndak berani hinggap. Katanya sih, supaya Padinya ndak habis dimakan burung. Kan kebetulan juga hampir mw Panen tinggal menunggu beberapa minggu saja. Jadi dalam kondisi ini Burung merupakan salah satu hama tanaman padi, menurut beberapa Petani.
Tak jauh dari orang tersebut, ada sesorang yang tidak terlalu Tua juga, sedang mencabuti rumput dari sawahnya supaya hasil padinya maksimal. Namun orang tersebut tidak melakukan hal yang sama seperti sebelahnya yang menakut-nakuti burung supaya tidak hinggap di sawahnya. Orang ini malah membiarkan beberapa burung hinggap dan memakan Padinya.
Terdiam dan spontan penasaran saya jadilah pertanyaan besar, “Terus, apa nanti padinya ndak habis kalau lama-lama dimakan burung.+tidak sedikit juga burung yang dibiarkan makan padi yang tumbuh di sawahnya.”.
Akhirnya terlontarlah pertanyaan tersebut lewat mulut yang memang bener-bener ndak bisa diRem. Tanya saya kepada Bapak tesebut.
“Pak..Pak…Ko anda tidak menggurak (hehehe..menggurak lagi…) burung yang memakan padi Anda???”
Jawabnya dengan nada santai….
“Hallah Mas…Biarkan saja…burung juga mahkluk Tuhan, butuh makan, mereka punya keluarga,,.Punya anak yang harus dia hidupi...toh juga mereka(burung maksudnya) ndak bawa Karung…Paleng habis berapa se…Rejeki sudah ada yang ngatur mas…”
Tidak cukup itu,,, bapak ini menambahkan lagi dengan pitutur-pituturnya….
“Misalkan anda bekerja, kemudian diUbrak-Ubrak (ditakut-takuti) apa yaa ndak Nelongso..(bahasa kerennya berwajah Melas) kasihan kan….!!!”.
????????????terdiam sambil mikir…..(Apa Saya harus Bilang Wauuwwwwh gitu..?????sepertinya harus..!!!!!!)
WaaauuWwhh….Suatu Kebesaran Hati yang Luar Biasa bapak tersebut sampai sejauh itu memikirkan kehidupan mahkluk lainnya. Tidak ada penghasilan lain selain padi tersebut, tapi bapak ini masih rela berbagi dengan mahkluk lainnya….
Bagaimana dengan kita, yang mempunyai lading dimanapun itu yang menhasilkan. Sudahkah kita berbagi dengan yang lain. Yang membutuhkan uluran tangan dari harta yang harus kita sampaikan kepada mereka.
Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi diri saya pribadi…..mudah-mudahan bermanfaat….!!!!!

Please follow me...!!!!