Kamis, 06 Oktober 2011

Use Case Diagram

DASAR TEORI
Use Case Diagram
Pengertian Use Case Diagram
            Use Case Diagram menyajikan interaksi antara use case dan aktor. Dimana aktor dapat berupa orang, peralatan dan sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang dibangun. Use case menggambarkan fungsilonalitas system atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sistem dari pandangan pemakai. Jika business Use Case Diagram tidak memperhatikan apakah proses dilakukan secar otomasi terkomputerisasi, maka Use Case Diagram berfokus hanya pada proses otomasi saja.

            Dalam bagian ini akan membahas tentang konsep dasar pemodelan use case meliputi : use case, actor, dan relasi. Jika sudah memahami pemodelan bisnis, ada kemiripan antara pemodelan bisnis dan pemodelan use case. Perbedaaan antara pemodelan bisnis dan pemodelan sistem :
Ítem
Pemodelan bisnis(Business Use Case)
Pemodelan sistem(Use Case)
Use case
Menjelaskan apa yang bisnis kerjakan
Menjelaskan apa yang sistem lakukan dibisnis
Aktor
Eksternal terhadap organisasi
Eksternal terhadap sistem
Pekerjaan bisnis
Internal terhadap organisasi
Tidak digunakan

1.      Use case
            Use Case adalah bagian tingkat tinggi dari fungsionalitas yang disediakan oleh sistem. Dengan kata lain, use case menggambarkan bagimana seseorang menggunakan sistem.
            Untuk mengidentifikasi use case, kita menjawab pertanyaan “ apa yang sistem lakukan terhadap dunia sekililingnya? Dalam UML, Use cse dimodelkan dengan menggunakan ikon :

 
Use case adalah independen terhadap implementasinya dan pandangan tingkat tinggi apa yang pemakai harapkan dari sistem. Dengan penjelasan sebagai berikut :
a.       Use case adalah independen terhadap implementasinya. Selama membuat use case, asumsikan bahwa anda sedang membangun sistem manual. Use case berkonsentrasi pada apa yang sistem kerjakan, bukan bagaimana sistem mengerjakan.
b.      Use case adalah pandangan tingkat tinggi apa yang pemakai harapkan dari sistem. Use case yang sudah dikelompokkan memudahkan  pelanggan memahaminya, pada level yang sangat tinggi dari suatu sistem.
c.       Use case difokuskan pada apa yang pengguna dapatkan dari sistem. Masing-masing use case mempresentasikan transaksi lengkap antara pemakai dan sistem yang menghasilkan manfaat terhadap pemakai.
2.      Actor
            Actor adalah seseorang atau apa saja yang berhubungan dengan sistem yang sedang dibangun. Use case menggambarkan semua yang ada dalam ruang lingkup sistem. Actor merupakan semua yang ada diluar ruang lingkup sistem. Dalam UML, actor dimodelkan menggunakan ikon :
Ada 3 tipe actor, yaitu :
a.       Pengguna sistem
                  Actor secara fisik atau seorang pengguna. Ini adalah gambaran actor secara umum, dan selalu ada pada setiap system. Untuk sistem sirkulasi perpustakaan, actornya adalah orang-orang yang secara langsung menggunkan system. Ketika menamakan actor, gunakan peranan dan jangan menggunakan nama posisi. Posisi dapat berubah, tetapi peranan dapat diganti oleh siapa saja dan relative tetap.
b.      System lain yang berhubungan dengan system yang dibangun.
c.       Waktu
                  Waktu dapat menjadi suatu actor ketika melalui sejumlah waktu tertentu memicu beberpa kejadian dalam system. Misalnya, bagian promosi memberikan kesempatan pada pelanggan untuk memenangkan tiket gratis. Stiap hari pada pukul 03.00 dini hari, system secara otomatis menenyeleksi secara acak pelanggan-pelanggan untuk mendapatkan tiket gratis tersebut. Sebab waktu adalah diluar kendali kita, maka ia dapat menjadi actor.
3.      Relasi
            Relasi asosiasi digunakan untuk menunjukkan relasi antar use case dan actor. Ada tiga tipe relasi antara use case : relasi include, relasi extend, dan relasi generalisasi. Sedangkan relasi antara actor hanya digunakan satu relasi yaitu generalisasi.
a.       Relasi assosiasi
                  Relasi antar actor dan use case adalah relasi assosiasi. Dalam UML, relasi assosiasi digambarkan dengan menggunakan anak panah.


                  Dalam contoh, use case mengawali komunikasi dengan actor system kredit. Selama use case “Purchase Ticket” berjalan, system reservasi mengawali komunikasi dengan system kredit untuk mengecek kartu dan melengkapi transaksi. Meskipun aliran informasi terjadi dalam 2 arah, dari reservasi system kekartu kredit dan bolak-balik, arah panah mengidentifikasikan siapa yang mengawali komunikasi. Dengan mengecualikan use case dalam relasi include dan relasi extend, setiap use case harus diinisialisasikan oleh actor.

b.      Relasi include
                  Relasi include memungkinkan satu use case menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya. Relasi ini dapat digunakan dengan alas an salah satu dari dua hal :
1.      Jika dua atau lebih use case mempunyai bagian besar fungsionalitas yang identik, maka fungsionalitas ini dapat dipecah kedalam use case sendiri. Masing-masing use case kemudian menggunakan relasi include terhadap use case baru dibuat tersebut.
2.      Relasi include bermanfaat untuk situasi jika sebuah use case mempunyai fungsionalitas besar yang tidak umum. Relasi include digunakan untuk memodelkan dua buah use case yang lebih kecil tersebut. Relasi include menyatakan bahwa satu use case selalu menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya.

c.       Relasi extend
                  Relasi extend memungkinkn satu use case secara opsional menggunkan fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya. Dalam UML, relasi extend digambarkan sebagai berikut :

Daftar Pustaka
-          Modul praktikum ADBO, Modul 2 “Use Case Diagram”.

2 komentar:

  1. Makasih banyak broh,
    ini sangat bermanfaat bagi tugas kuliah saya :D

    BalasHapus

Komentar Anda mengenai Postingan ini sangat Saya butuhkan Untuk menjadi bahan evaluasi agar menjadi lebih baik.
Follow blog saya, maka saya akan siap follow blog Anda.
Mudah-Mudahan Artikel di Atas Bermanfaat bagi kita semua.
Berkata-Katalah Yang baik, agar Hidup Anda menjadi lebih baik.

Please follow me...!!!!