Rabu, 19 Oktober 2011

Dasar Teori Activity Diagram

Activity Diagram

Activity diagram adalah cara lainnya untuk memodelkan aliran kejadian. Mennggunakan teks bermanfaat, tetapi akan kesulitan membaca dan memahami jika logika aliran kejadian sudah komplek.
Activity diagram menunjukkan informasi yang sama sebagaimana dalam aliran kejadian dengan teks. Kita menggunakan activity diagram dalam pemodelan bisnis untuk menggambarkan aliran kerja (workflow) yang ada dalam proses bisnis.
Beberapa symbol yang digunakan antara lain :
Activity
Activity secara sederhana dapat diartikan sebagai langkah dalam proses. Kita dapat menambahkan langkah-langkah detil ke dalam activity dengan menggunakan aksi-aksi. Aksi-aksi adalah langkah-langkah lebih kecil dalam activity. Mereka mungkin salah satu dari empat hal berikut ini :
  1. Sedang saat memasuki activity. Aksi Entry (entry action) terjadi segera saat activity ini dimulai dan ditandai dengan kata “entry”.
  2. Ketika sedang meninggalkan activity. Aksi exit (exit action) terjadi pada saat meninggalkan activity dan ditandai dengan kata “exit”.
  3. Ketika sedang berada dalam sebuah activity. Aksi ini terjadi saat didalam activity dan selalu terjadi hingga meniggalkan activity. Aki ini ditandai dengan kata “do”.
  4. Kejadian spesifik (specific event). Aksi ini terjadi jika dan hanya jika kejadian spesifik terjadi. Aksi ini ditandai dengan kata “event” Aksi-aksi tersebut opsional, tapi dapat memberikan informasi rinci yang akan membantu untuk melengkapi rancangan system di kegiatan berikutnya.
Start dan End State


 
Start dan end state sebagaimana yang kita ketahui adalah untuk memulai dan mengakhiri flow. Setiap activity diagram harus mempunyai start state dan di akhiri dengan end state. End state adalah opsional danmampu lebih dari satu dalam satu activity diagram. Dalam UML, digambarkan sebagai berikut :

Obyek dan Aliran obyek
Obyek adalah entitas yang digunakan dalam aliran. Obyek mungkin digunakan atau dirubah oleh activity dalam aliran. Pada activity diagram, kita dapat menampilkan obyek dan kondisinya, sehingga kita dapat memahami dimana dan bagaimana kondisi obyek tersebut berubah.
Obyek dihubungkan ke activity menggunakan aliran obyek (object flow). Aliran obyek digambarkan dengan garis panah putus-putus. Jika garis panah mempunyai arah dari activity ke obyek berarti ia memperbarui ilai obyek tersebut, dan jika arah panah dari obyek ke activity berarti ia sedang menggunakan obyek.
Transisi
Transisi menunjukkan bagaimana aliran control bergerak dari satu activity ke activity lainnya. Transisi digambarkan menggunakan anak panah dengan nama transisi menunjukkan nama kejadiannya.
Kejadian (event) memicu terjadinya transisi, kondisi (guard condition) mengontrol ada atau tidak ada transisi yang terjadi, sebuah kondisi harus benar agar transisi dapat terjadi.
Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah suatu cara untuk menunjukkan bahwa dua atau lebih cabang dari aliran terjadi secara pararel.


Daftar Pustaka : 
Modul praktikum ADBO Lab.Sistem Informasi UPN “Veteran” Jatim

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda mengenai Postingan ini sangat Saya butuhkan Untuk menjadi bahan evaluasi agar menjadi lebih baik.
Follow blog saya, maka saya akan siap follow blog Anda.
Mudah-Mudahan Artikel di Atas Bermanfaat bagi kita semua.
Berkata-Katalah Yang baik, agar Hidup Anda menjadi lebih baik.

Please follow me...!!!!