Tampilkan postingan dengan label Mulataqo dan dauroh Majelis Almuwasholah 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mulataqo dan dauroh Majelis Almuwasholah 2013. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Jawaban Alhabib Umar Bin Hafidz tentang Kelompok Bid’ah


Dalam sebuah Diskusi para Ulama Ahlussunnah wal jamaah yang dihadiri oleh Alhabib Umar bin Hafidz dari Hadramout Yaman. Ada salah seorang yang bertanya kepada Alhabib Umar bin Hafidz.
“Bagaimana semestinya kita mensikapi suatu kelompok (yang senang membid'ahkan) ? Apakah Kita perlu berdebat dengan mereka sementara mereka salah dalam masalah Furu’ dan Ushul? Seperti seringkali mereka mengatakan  ini bid’ah, sesat, ahli Neraka. Bagaimana kita bisa membiarkan mereka sementara banyak orang mulai tertarik”
Beliau Alhabib Umar bin Hafidz Menjawab :
Bahwa mereka merupakan aliran-aliran sesat yang keluar dari jalan yang benar. Tugas kita kepada mereka adalah memberikan penjelasan yang baik. Memperjelas dan mengukuhkan argumen dan dalil bagi ummat serta mensosialisasikannya kepada Masyarakat. Dipesantren-pesantren, sekolah-sekolah, masjid-masjid begitu juga saat pengajaran dan ceramah yang bersifat umum TANPA perlu MENYEBUT nama-nama mereka, pengikut, organisasi dan massa mereka. Karena mereka tidak pantas untuk menguras energi kita, sehingga harus disebut-sebut di mimbar-mimbar ataupun di masjid-masjid kita.
Kesibukan kita merespon hal itu merupakan hal yang diinginkan para musuh Alloh SWT yang mereka mulai semenjak mereka ciptakan isue tersebut untuk mengganggu konsentrasi kita. Karena mereka datang tidak sendirian. Dibelakang mereka ada lembaga-lembaga edukasi yang disupport dana dan berbagai program terencana yang bersumber dari musuh besar Ummat Islam.
Mereka muncul karena Ummat Islam di Asia Tenggara mayoritas dari kalangan Syafi’iyyah dan Asy’ariyyah. Jika mereka secara konsisten menjalankan ajarannya maka akan tegak kokoh ajaran Islam tanpa ada Problem. Yang tentunya hal ini tidak mereka sukai. Kemudian mereka menyusupkan kaki tangan mereka dari kalangan ummat Islam yang mensyirikkan Ummat Islam, membid’ahkan dan menganggap mereka sesat.
Tugas kita menunaikan kewajiban dengan memberikan penjelasan-penjelasan dan memaparkan dalil bagi diri kita, keluarga kita, kalangan pesantren dan masjid kita dan siapapun yang mau mendengarkan. Tanpa perlu menyebut nama-nama mereka dan massanya serta tidak perlu membuka peluang perdebatan yang tidak produktif.
Kalaupun kita harus berdebat maka kita akan mendebat mereka dengan cara yang terbaik. Tidak perlu sampai panik, terjadi keributan hingga beradu fisik. Cukup dengan memberikan penjelasan dengan santun, dialogpun dengan santun. Umumnya hal ini(Kesantunan) tidak kita temukan pada mereka.
Karena mereka terbiasa terdidik untuk tidak bersopan santun. Karena itu jika ada orang yang tidak pandai berdebat dengan baik jangan engkau layani. Sampai ada yang mengerti debat dengan cara yang baik baru kita layani dengan yang lebih baik. Kalau tidak demikian maka kita hindari saja perdebatan tersebut. Namun jika ada diantara mereka yang berbicara disatu forum dan kita ada disana maka kita wajib meresponnya dengan memberikan penjelasan kepada audiens selagi di majelis memang ada yang mau mendengarkan dan mengambil manfaat, maka kita harus menjelaskan kepadanya permasalah yang sebenarnya.
Kita tentunya dengan santun dan mereka dengan ketidak santunannya. Biarkan mereka berbicara dengan tidak santun, tapi kita harus tetap berbicara santun.
Nabi Isa bin Maryam saat merespon orang bodoh yang mencacinya beliau mendoakan kebaikan untuknya. Sibodoh mencaci lagi, beliau membalasnya dengan doa kebaikan. Kemudian dicaci lagi untuk ketigakalinya, tetap saja beliau mendoakannya. Berkata salah satu seorang pengikutnya.
“Wahai ruhullah, wahai nabi Isa. Orang ini tidak memujimu atau memberi kebaikkan  untukmu. Ia mencacimu, lalu engkau mendoakannya?”
Jawab beliau, “Setiap Orang memberi apa ya ng dia miliki. Dia hanya memiliki itu cacian, dan Saya memiliki ini doa”
Ahlussunnah memiliki adab sopan santun sementara mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal sopan santun. Pada akhirnya nanti Alloh akan munculkan pula orang-orang bodoh yang akan menandingi mereka. Level para ulama tinggi tidak layak berhadapan dengan mereka. Sementara mereka yang tidak santun nantinya akan dijegal pula dengan orang-orang yang sama tidak santunnya yang akan menghadapi dan memberikan pelajaran pada mereka.
Berkata Imam Ja’far Shodiq : “Tersesat orang yang tidak mempunyai seorang Guru yang membimbingkannya dan terhina orang yang tidak memiliki orang lancang yang membelanya. Kalau ada orang bodoh datang mendebat, biarkan dihadapi pula oleh orang yang lancang dari kelompok yang benar”
Orang-orang bodoh dari kelompok sesat tidak pantas dihadapi oleh ulama dan cendikiawan dan kelompok yang benar.  Orang bodoh dari aliran yang sesat biar dihadapi oleh pendukung ajarang yang benar yang sama lancangnya. Mereka sepadan. Alloh akan lindungi kita dari keburukan dan marabahaya yang mereka rencanakan. Kita harus tetap konsisten memberikan penjelasan dan memantapkan dalil dan membina dengan baik putra-putri kita tanpa perlu membuka peluang untuk debat kusir hingga akhirnya kita terjebak dengan kesibukan yang diciptakan musuh-musuh kita.
Kita tunaikan kewajiban kita dalam urusan ini dan menjelaskan jalan yang benar. Jika ada satu isu diangkat didepan kita, alangkah baiknya kita respon dengan cara yang terbaik. Jangan sampai kita lupa dengan tugas kita. Yaitu membina hubungan masyarakat yang harmonis dengan Alloh. Jangan sampai kesibukan ini membuat kita sholat tidak khusyuk.
Mengabaikan perbuatan bakti kepada orang tua ataupun kurang silaturrahim. Ini tidak boleh terjadi, jangan biarkan hal ini menyita perhatian masyarakat hingga melupakan tugas utama yang Alloh bebankan pada mereka.

Kawanku yang budiman, Sebenarnya tidak ada orang yang Tidak baik. Mereka hanya belum tahu tentang Kebenaran. Oleh Karena itu sampaikanlah kepada saudara-saudara kita dengan cara yang TERBAIK. So mari kita sayangi sesama, ciptakan perdamaian dengan berjabat tangan dan peluk erat. Berjalan bersama untuk mendapatkan Ridho Alloh SWT. Semoga Bermanfaat.....

Kamis, 16 Januari 2014

TIK Pesantren 2014 Ponpes Asy-Syifaa wal mahmudiyyah Sumedang

TIK Pesantren 2014 – Ponpes Asy-Syifaa Sumedang
Setelah beberapa kegiatan TIK Pesantren dilaksanakan di Jawa Timur, kali ini Pelatihan TIK Pesantren merambah ke daerah Jawa Barat, tepatnya di Pondok Pesantren Asy-Syifaa wal Mahmudiyyah Sumedang yang diasuh oleh KH.Muhyiddin abdul qodir Al Manafi. Pelatihan TIK Pesantren ini dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 11-12 Januari 2014 dengan mengusung tema “Pemanfaatan Internet Sebagai Media Dakwah Islamiyyah Ahlussunnah Wal Jamaah”. Peserta dalam pelatihan ini dihadiri oleh tim asatidz dan pengurus pondok pesantren hampir seluruh wilayah Jawa Barat.

IMG_1737
Dalam kegiatan ini ada 2 konsep acara yang dilaksanakan yaitu Seminar dan Workshop. Hari pertama Seminar dengan garis besar materi yang di sampaikan adalah “Pemanfaatan Media Internet sebagai sarana yang tepat untuk berdakwah” yang diisi oleh beberapa narasumber, diantaranya dari Staf ahli menteri KOMINFO, Relawan TIK Jawa Barat, dan dari TIK Cerdas.IMG_2013
Hari kedua pelatihan TIK Pesantren yaitu full workshop. Dalam hal ini peserta dibagi menjadi 2 kelas media dan streaming. Pada kelas Media materi yang disampaikan yaitu Pembuatan serta Optimasi Website-blog sebagai media dakwah maupun media bisnis bagi Pesantren. Tidak hanya itu, peserta juga dilatih untuk membuat Tulisan (Konten) dengan teknik Jurnalistik. Di kelas streaming, peserta dilatih dalam pembuatan Video Live Streaming dan Radio Streaming.TIK Pesantren 2014
Dari 2 materi workshop tersebut diharapakan peserta dapat berdakwah melalu website dengan mengisi konten-konten Islamiyyah berbasis ahlussunnah Wal Jamaah di dunia Internet. Sehingga mampu menggeser konten-konten yang tidak baik yang dapat merusak Aqidah akhlak Masyarakat Umum terutama bagi kaum Muslim sendiri.IMG_1827
Tidak hanya Pelatihan TIK Pesantren, dalam kegiatan kali ini sekaligus pengukuhan kepada beberapa dari Asatidz maupun pengurus pondok pesantren sebagai relawan TIK cabang Sumedang.IMG_0580IMG_0585
Tepat pada hari sabtu tanggal 11 Januari 2014 saat pembukaan TIK Pesantren, 5 orang tim dari pesantren disahkan menjadi relawan TIK Indonesia cabang Sumedang. Pengukuhan ini di hadiri langsung oleh Staf Ahli dari Kementrian KOMINFO, Ketua Relawan TIK Indonesia serta Ketua Relawan TIK Jawa Barat. Dalam hal ini diharapkan dari tim Pondok Pesantren, siap menjadi relawan dalam sosialisasi Internet sebagai media yang sangat bagus untuk menebar kebaikan, cinta dan kasih serta Perdamaian antar Ummat Beragama khusus Pondok Pesantren Wilayah Jawa Barat.
sumber : tik cerdas

Sabtu, 07 Desember 2013

Tim Media Center Mulataqo dan Dauroh Majelis Almuwasholah Bainal Ulama ilmuslimin 2013

Mulataqo dan dauroh 2013 majelis almuwasholah
Syukur alhamdulillah patut kita panjatkan atas segala nikmat yang Alloh berikan kepada kita. Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW. Dengan segala nikmat dan kekuatan yang Alloh berikan, kami segenap Tim TIK Cerdas diberi kesempatan untuk dapat berkhidmah di Majelis Almuwasholah Bainal Ulama ilmuslimin dalam kegiatan Mulataqo dan Dauroh yang dihadiri kurang lebih 800 peserta Para Alim Ulama, Kyai, Habaib dan asatidz seluruh Indonesia. Kegiatan besar dihadiri langsung oleh Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa Hadramout Yaman yang sekaligus pencetus Majelis Al Muwasholah Bainal Ulama ilmuslimin sebagai Narasumber Utama.
Kegiatan ini berjalan didua tempat yang berbeda. Mulataqo diadakan di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto yang di asuh oleh KH.Mahfudz Shoubari. Dan dauroh di adakan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Gresik yang di asuh oleh KH.Mashbuhin Faqih.Multaqo dan dauroh 2013
Tim TIK Cerdas diberi amanah untuk menangani bagian media center didua acara Mulataqo dan Dauroh. Selama kegiatan berlangsung tim TIK Cerdas streaming Video dan Radio untuk di Publiskan di media Internet. Antusias Muslim di Dunia maya terlihat ketika statistik Live streaming berada di angka 6000 viewer selama Acara berlangsung. Selain itu tim TIK Cerdas juga menyiapkan DVD dokumentasi selama acara kepada peserta Mulataqo sebagai cinderamata yang dapat dibawah pulang.Streaming Video Habib Umar Bin Hafidz
Tidak lupa juga menjaga koneksi internet tetap jalan jika terjadi putusnya jaringan menjadi tugas tim TIK Cerdas untuk mengatasinya. Terlihat tim TIK Cerdas mengatasi koneksi internet Pertemuan Ulama Internasional lewat media internet telekonferens Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
internet
Sumber : TIK Cerdas

 Toko Mebel | Furnitur Jepara | rebana hadroh Jepara H.Muhsin | Mebel Jepara | Furniture jepara | Mebel Furniture Jepara | Pengrajin Hadroh rebana Jepara

Please follow me...!!!!